Zhang Li, Presiden Direktur JD.id yang Kaya Inovasi

0
Foto: swa.co.id

JD.id adalah salah satu e-commerce Indonesia yang popularitasnya terus merangkak naik dan bahkan menguasai pasar e-commerce Indonesia. Sebagai anak perusahaan JD.com, perusahaan online terbesar di Cina, JD.id membuktikan ia mampu memberikan prestasi yang sama. Sejak resmi masuk pasar indonesia pada 26 Maret 2016, JD.id mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Setiap bulan, bisnisnya naik sebesar 30%-50%. Kesuksesan tersebut tak lain merupakan berkat kepemimpinan Zhang Li.

Zhang Li merupakan sosok yang penuh prestasi. Sebelumnya, ia pernah membuat tren baru, yakni mempopulerkan laptop untuk gaming. Padahal, sebelumnya hanya PC yang dianggap cocok dengan game. Zhang Li  awalnya bekerja Di JD.com, dan selama bekerja ia mengalami lima kali promosi dalam waktu singkat. Jabatan terakhirnya di JD.com adalah Senior Director of Merchandising. Juga mendapatkan prestasi, ia dikirim ke Indonesia untuk membangun JD.id. Menjabat sebagai presiden direktur JD.id, Zhang Li dengan jeli melakukan berbagai gebrakan hingga menguasai pasar e commerce Indonesia. Beberapa yang dilakukan Zhang Li antara lain:

  1. Fokus membangun kepercayaan pelanggan

Zhang Li berusaha menekankan originalitas pada setiap produk yang dipasarkan. Kurang lebih 90% produk adalah produk yang dimiliki sendiri, sementara hanya 10% yang dimiliki partner. Dengan demikian, perusahaan dapat mengontrol kualitas produk yang dihasilkan

2. Melakukan investasi besar di SDM dan gudang

Manusia dan gudang penyimpanan adalah aset untuk meningkatkan kecepatan pengiriman. JD.id membangun gudang di Jakarta, Pontianak, Medan, dan Surabaya. Zhang Li tidak mempedulikan apakah permintaan barang di kota tersebut sudah cukup besar. Baginya, gudang harus lebih dulu dibangun sehingga pelayanan maksimal dapat diberikan. Gudang tidak harus dibangun atas permintaan pelanggan. Dari sana, ia yakin akan semakin banyak orang yang percaya kepada perusahaannya karena pelayanan prima yang ia tawarkan.

3. Melakukan perubahan sesuai dengan kearifan lokal

JD.id mengubah maskotnya. Di China, maskot yang digunakan adalah anjing. Sementara, di Indonesia, maskot yang digunakan adalah kuda. Memang, binatang anjing memang dianggap haram oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam.

4. Menyewakan gudang untuk memangkas harga

Menyediakan gudang yang banyak, memungkinkan Zhang Li untuk menyewakan gudang bagi pelaku e commerce lainnya. Dengan begitu, ongkos yang diperlukan untuk mengelola gudang dan SDM sendiri dapat ditekan. Paling tidak, sekitar 1.100 orang direkrut untuk mengelola gudang, jumlah itu termasuk juga dengan kurir J Express.

5. Senantiasa melebarkan bisnis

Saat ini, JD.id bukan hanya menjual produk fisik tapi juga berbagai produk digital, seperti tiket pesawat,  pulsa, voucher, dan lain sebagainya. Tidak berpuas diri pada apa yang diperoleh dapat membuat JD.id semakin berkembang. JD.com juga melakukan investasi di perusahaan-perusahaan e commerce lokal seperti tokopedia.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here