Tren Big Data dalam Dunia Bisnis

0

Jakarta, Bacadulu.News – Pemanfaatan data sangat berguna bagi suatu negara, lembaga, maupun perusahaan. Data tak hanya memuat informasi seputar jumlah penduduk, namun dapat berisi informasi bersifat khusus, seperti perilaku netizen di media sosial serta kegemaran netizen berbelanja. Data-data tersebut dapat diolah untuk mengambil kebijakan sebuah lembaga pemerintah hingga dimanfaatkan perusahaan meluncurkan sebuah produk. Dari pemanfaatan data, sebuah perusahaan bisa memiliki keunggulan dibanding pesaingnya yang tidak menggunakan data. Tak hanya itu, data juga bisa digunakan dalam berbagai bidang sehingga tak jarang, data banyak dibidik di sektor bisnis. Mesin pencari umum seperti Google memang bisa digunakan masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai barang-barang kebutuhan sehari-hari, tetapi tidak bisa mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam berbelanja. Namun dengan bantuan teknologi Big Data, sekarang pencarian peraturan bisa lebih mudah dan lebih cepat dari memesan ojek online.

Big Data adalah istilah yang menggambarkan volume data yang besar, baik data yang terstruktur maupun data yang tidak terstruktur. Big Data telah digunakan dalam banyak bisnis. Tidak hanya besar data yang menjadi poin utama tetapi apa yang harus dilakukan organisasi dengan data tersebut. Big Data dapat dianalisis untuk wawasan yang mengarah pada pengambilan keputusan dan strategi bisnis yang lebih baik. Jumlah data yang telah dibuat dan disimpan pada tingkat global hari ini hampir tak terbayangkan jumlahnya. Data tersebut terus tumbuh tanpa henti. Artinya, Big Data memiliki potensi tinggi untuk mengumpulkan wawasan kunci dari informasi bisnis. Sayangnya sampai saat ini, baru sebagian kecil data yang telah dianalisis. Big Data dalam bisnis menjadi strategi yang baik dalam mengolah informasi mentah menjadi keuntungan yang terus mengalir ke organisasi bisnis setiap hari. Pentingnya Big Data, tidak hanya berputar pada jumlah data yang organisasi miliki, tetapi hal yang penting adalah bagaimana mengolah data internal dan eksternal. Kita dapat mengambil data dari sumber manapun dan menganalisanya untuk menemukan jawaban yang diinginkan dalam bisnis seperti: 1) pengurangan biaya; 2) pengurangan waktu; 3) pengembangan produk baru dan optimalisasi penawaran produk; dan 4) pengambilan keputusan yang cerdas. Ketika perusahaan mampu menggabungkan jumlah data besar yang dimilikinya dengan analisis bertenaga tinggi, perusahaan dapat menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan bisnis seperti menentukan akar penyebab kegagalan untuk setiap masalah bisnis, menghasilkan informasi mengenai titik penting penjualan berdasarkan kebiasaan pelanggan dalam membeli, menghitung kembali seluruh risiko yang ada dalam waktu yang singkat, mendeteksi perilaku penipuan yang dapat mempengaruhi perusahaan.

Bagi pelaku usaha, Big Data adalah kunci untuk memahami konsumen, melakuan improvement secara terukur dan menemukan peluang baru. Kata Jack Ma, “era business to consumer atau B2C sudah selesai”. B2C terjadi ketika produsen menciptakan sebuah produk yang mereka rasa cocok bagi konsumen. Kini apa yang diinginkan konsumen tak lagi ‘dirasa-rasa’, semuanya terkumpul dalam Big Data. Konsumen sebenarnya telah menyampaikan apa yang mereka inginkan lewat jutaan data yang mereka transaksikan lewat perangkat komputasi. Ini adalah era C2B atau consumer to business, dimana standar akan kebutuhan sebuah produk ditentukan sendiri oleh konsumen. Mereka yang menang adalah pemilik Big Data terbaik.

Big Data relatif baru, dan bagian penting konsep Big Data diantaranya adalah Volume, Kecepatan, Varietas, Variabilitas, dan Kompleksitas. Potensi Big Data hari ini benar-benar menggiurkan untuk strategi bisnis kedepannya. (red/RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here