Tip Hemat Ala Ibu-Ibu Jepang agar Gajimu Tidak Cepat Habis

0
Foto: Pixabay

Pada tahun 2017, sebuah survey di Jepang, penduduk menabung dengan total rata-rata 9,700 yen (Rp. 1,105,800)-52,000 yen (Rp. 5,928,000) perbulan. Angka yang fantastis bukan?! Prinsip hemat dipegang teguh oleh para ibu rumah tangga di Jepang yang sangat serius dalam mengelola keuangan keluarga. Berawal dari gaji bulanan yang nggak terlalu besar jumlahnya, mereka harus selalu menghitung setiap pengeluaran dengan hati-hati. Saat itulah, mereka harus dengan baik mengalokasikan dana yang telah diperoleh. Jadi, apa sih tipnya?

1. Meski selalu dibayarkan tepat waktu ke rekening, ibu-ibu ini akan menarik tunai semua gaji yang masuk agar lebih mudah dikelola

Uang yang ada di dalam rekening lebih sulit untuk dikontrol dan dilacak pengeluarannya secara debit. Selain itu, saldo minimal juga seringkali membuat perhitungan anggaran jadi kurang akurat. Uang yang telah ditarik secara tunai akan dipisahkan sesuai dengan kebutuhan ke dalam wadah khusus. Misalnya untuk kebutuhan sehari-hari, bayar tagihan, maupun untuk tabungan. Dengan begitu, gaji bulanan akan langsung terpakai untuk hal-hal yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Kedisiplinan dan komitmen yang kuat dalam hal ini sangat diperlukan.

2. Nggak pernah pergi ke supermarket tanpa membawa daftar belanja untuk menghindari pembelian tak direncanakan

Tanpa disadari, salah satu hal yang paling sering bikin gaji cepat habis adalah pergi ke supermarket tanpa daftar belanja. Para ibu rumah tangga di Jepang selalu membuat daftar belanja sebelum pergi ke supermarket untuk menghindari pembelian barang di luar yang direncanakan. Saat berkeliling tanpa tujuan di supermarket, kamu jadi lebih gampang tergiur dengan diskon, promo, atau membeli sesuatu yang sebenarnya nggak diperlukan. Sesampainya di supermarket, ibu rumah tangga di Jepang segera mengambil semua barang yang diperlukan dan langsung membayar di kasir. Patut ditiru nih!


3. Sebelum membeli barang, ibu rumah tangga di Jepang selalu meluangkan waktu untuk membandingkan harga barang dari semua merek yang ditawarkan di pasaran

Selain selalu membawa daftar belanjaan, kebiasaan untuk survey harga sebelum membeli selalu diterapkan oleh ibu rumah tangga di Jepang. Hal ini dilakukan untuk melihat pilihan mana yang akan memberikan harga dan value terbaik. Contohnya, daripada setiap hari membeli makan siang di luar, membawa bekal selama 3 hari dalam seminggu saja, ternyata bisa menghemat gaji lebih dari 4 juta rupiah setiap tahunnya. Bagi yang rutin minum kopi di kafe atau kedai ternama, baiknya kamu pindah ke kedai kopi lokal yang rasanya nggak kalah lezat, untuk menghemat hingga 1 juta rupiah dalam setahun.

4. Nggak malu-malu membawa botol minuman sendiri ke manapun. Kebiasaan kecil ini membawa dampak yang besar untuk penghematan

Nggak hanya ibu rumah tangga saja, namun para anak muda di Jepang juga kerap membawa tempat minum pribadi untuk menghindari pembelian soft drink dari minimarket ataupun vending machine. Karena itulah, penjualan botol minum di Jepang kian marak. Berbagai ukuran dan desain botol minum tersedia di toko-toko pada beberapa tahun terakhir. Apalagi penggunaan botol minum berulang kali lebih ramah lingkungan dibanding botol plastik sekali pakai. Perubahan kecil bisa membawa perubahan yang besar, bukan?

5. Nggak pernah membuang atau menyepelekan uang koin, justru dianggap sebagai aset untuk menambah tabungan

Uang koin yang biasanya terbuang atau buru-buru kamu belanjakan karena bikin dompet terasa berat, ternyata jadi hartu karun yang disayang oleh para ibu rumah tangga di Jepang. Mereka nggak pernah lupa memasukkan uang koin sisa belanja ke dalam celengan yang sudah disediakan di rumah. Meski terlihat sepele, kamu pasti akan terkejut dengan jumlah yang bisa didapat dari mengumpulkan uang koin selama setahun.

6. Mengelola barang bekas dan benda-benda yang nggak terpakai untuk dijual kembali

Untuk memulai gaya hidup hemat dan minimalis, ibu rumah tangga di Jepang akan mengurangi barang-barang yang dimiliki. Supaya menguntungkan, caranya tentu dengan menjual. Misalnya, kalau selama ini kamu koleksi sepatu, kamu harus sanggup melepas koleksi yang sudah susah payah dikumpulkan bertahun-tahun. Apalagi jika sudah nggak terpakai lagi. Rasa kehilangan pasti ada, tapi kabar baiknya, rekening tabunganmu akan semakin banyak. Apalagi jika kamu punya koleksi bernilai yang akan laku mahal jika dijual.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here