Tip Berdiskusi dengan Baik

0
Foto: Pixabay

Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut. Berikut hal yang baik yang dapat kamu lakukan saat berdiskusi!

  • Berikan mereka waktu untuk menjelasakan pemikiran mereka terlebih dahulu. Teknik krisis penyanderaan mengilustrasikan bahwa untuk meningkatkan kepercayaan dan membangun sebuah koneksi atau hubungan, yang kamu perlu adalah mendengarkan apa yang ingin mereka utarakan terlebih dahulu tanpa menginterupsi atau membantah. Coba lakukan pertanyaan terbuka seperti “Apa yang membuatmu tidak yakin akan produk ini?” atau “Bagaimana kamu tidak yakin akan hal tersebut?”

 

  • Refleksikan lawan bicaramu. Beberapa penelitian mengungkapkan apabila kamu meniru bahasa tubuh atau cara duduk lawan bicara tanpa dia sadari, lawan bicaramu akan gampang mempercayaimu. Saat lawan bicaramu duduk bersila, selang beberapa detik atau menit kemudian tirulah gaya duduknya agar tidak terlalu terlihat jelas kamu ingin meniru.

 

  • Buat kontak mata langsung saat lawan biacaramu berbicara. Hal ini membuat argumentasi lawan bicaramu menjadi kurang persuasif dan membuat opini terlihat lebih kuat. Tataplah langsung mata lawan bicaramu saat ia mulai berbicara.

 

  • Ulangi perkataan mereka dari apa yang telah mereka utarakan. Mengulang argumentasi lawan bicaramu membuktikan bahwa kamu benar-benar mendengarkan apa yang mereka utarakan. Parafrasekan perkataan lawan bicaramu seperti “Jadi maksudmu produk yang dijual merupakan produk yang tidak cocok dengan jasa perusahaanmu?”

 

  • Beritahukan lawan bicaramu bahwa kamu sepakat dengan beberapa hal yang telah mereka utarakan. Seperti “Saya menyetujui pointmu mengenai produk ini, namun….”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here