Quipper Campus Bersama I3L Inisiasi Sosialisasi Peran Riset terhadap Perkembangan IPTEK Indonesia

0

Pengembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) merupakan tolak ukur majunya sebuah bangsa, namun di Indonesia sendiri pengembangan iptek masih terbentur dengan sejumlah tantangan, dari tenaga ahli hingga literasi riset yang dianggap masih minim.

Pemerintah terus mendorong serta memberikan perhatian khusus terhadap dunia riset tanah air, salah satunya dengan meningkatkan porsi anggaran guna pengembangan IPTEK menjadi 2,45 trilyun rupiah.

Bicara tenaga ahli riset (researcher) minat baca menjadi salah satu indikator penting dalam dunia riset. Berdasarkan data yang dihimpun lembaga survey riset global SCImago, di Juli 2018 jumlah jurnal ilmiah Indonesia mengalami peningkatan dan mengungguli Singapura.

Kendati mengalami peningkatan, namun minat baca belum menunjukan peningkatan, hal tersebut ditandai dengan praktek plagiarism serta pertumbuhan jumlah researcher yang tidak terlalu signifikan. Hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap pertumbuhan IPTEK nasional yang justru dianggap penting.

Berdasarkan hal tersebut, Quipper melalui produknya Quipper Campus, Rabu 21 November 2018 menyelenggarakan seminar yang akan dihadiri oleh guru dari sejumlah sekolah nasional plus di jabodetabek guna membahas mengenai “Rendahnya Minat Riset di Kalangan Pelajar Jadi Tantangan dalam Melahirkan Inovasi”  yang berlangsung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Head of PR & Marketing Quipper Indonesia, Tri Nuraeni mengungkapkan peran penting tenaga pengajar (guru) terkait arus IPTEK.

“Sebagai perusahaan edukasi teknologi, Quipper berharap guru dapat memperkaya pengetahuan pelajar mengenai dinamika dunia riset dan science agar pelajar tak lagi ragu memilih karir di industri tersebut. Oleh karena itu Quipper memberikan pelatihan khusus kepada guru konseling dan memberikan tes minat bakat kepada siswa,” ungkap Tri.

“Hal tersebut sejalan dengan misi Quipper yakni membawa pendidikan terbaik ke pelosok dunia serta berkomitmen untuk menjadi bagian ekosistem pendidikan di Indonesia, dalam hal ini terkait IPTEK,” sambung Tri

Sementara itu, Richard Sutejo, Ph.D. Selaku Head of Biomedicine I3L dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan, guna meningkatkan literasi IPTEK, hal yang paling sederhana dapat dimulai dari guru dan sekolah yang mengajarkan berbagai macam penelitian berbasis project agar siswa dapat langsung mengerjakannya.

Selain itu, siswa juga dapat dikutsertakan dalam berbagai kegiatan lomba dan konferensi sebagai sarana bertukar ilmu, ide, gagasan sehingga dapat terus meningkatkan kualitas penelitiannya.

Lebih jauh Richard juga menyampaikan “Ilmuwan adalah profesi yang terhormat dan menjanjikan, dan saat ini Indonesia telah sampai pada masa dimana membutuhkan lebih banyak ilmuwan untuk menghasilkan revolusi teknologi di berbagai industri,” ujar Richard.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here