Pernah Ketindihan? Ini Penyebabnya

0

Pernah “ketindihan”? Istilah ini kebanyakan digunakan untuk menjelaskan kondisi saat tubuh tidak bisa digerakkan ketika tertidur. Mereka biasanya tak bisa bergerak, bicara, maupun berteriak, apalagi terbangun. Nah, fenomena aneh itu sering dihubung-hubungkan dengan hal mistis. Orang bilang, “ketindihan” itu disebabkan gangguan makhluk halus. Makhluk halus membuat tubuh kita tidak bisa bergerak walaupun ingin.

Apa kata peneliti? “Ketindihan” atau sleep paralysis adalah kondisi medis yang hampir semua orang pernah alami. Kondisi ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara kondisi tubuh yang masih tertidur, dan otak yang sudah terbangun. Ketindihan biasanya terjadi pada tahap REM, fase tidur saat seseorang biasanya bermimpi. Saat itu, tubuh menjadi sangat lemah karena otot-otot dibuat dalam kondisi sangat rileks. Tujuannya, agar tubuh tidak bergerak saat bermimpi.

Pada kondisi sleep paralysis, otot masih sangat rileks dan lemah, sementara otak sudah ke luar dari kondisi REM. Akibatnya, otak sudah “terjaga” sementara, otot belum bisa digerakkan. Selain itu, penderita sleep paralysis sering mengaku melihat bayangan hitam, yang kemudian dia artikan sebagai “makhluk halus”.

Menurut penelitian pada tahun 1999 silam yang dilansir dari Home Remedies, halusinasi memang wajar dirasakan oleh orang yang mengalami sleep paralysis. Paling tidak, ada 3 jenis halusinasi yang memang sering muncul, yakni incubus, intruder, dan unusual bodily experience.

Incubus

Incubus adalah halusinasi di mana penderitanya merasa sesak pada bagian dada karena ada sesuatu yang menekan atau menindihnya. Dia akan kesulitan bernapas, dan merasa seolah-olah dia akan mati.

Intruder

Intruder adalah halusinasi di mana penderita merasakan ada sosok yang bentuknya mengerikan yang menguncinya atau menindihnya sehingga ia tidak bisa lari dari bayangan menyeramkan itu. Itulah yang biasanya dianggap sebagai makhluk halus oleh banyak orang.

Unusual Bodily Experience

Halusinasi ini membuat penderitanya merasa seperti dia melayang di udara.

Lalu, apakah sleep paralysis berbahaya? Fenomena ini sebenarnya tidak mengancam nyawa. Meskipun penderita akan merasa sesak, saat dia rileks, kondisi lumpuh itu perlahan-lahan akan menghilang. Kondisi ini baru perlu diwaspadai apabila hal ini terjadi secara rutin. Sebab, sleep paralysis bisa jadi tanda adanya penyakit tidur seperti sleep apnea (sesak napas saat tidur), narcolepsy (serangan tidur mendadak), ganguan kecemasan, dan gangguan psikologis lain.

Mengatasinya sleep paralysis, seseorang sebaiknya menghindari tidur telentang. Sebab, kebanyakan orang akan mengalami hal ini saat ia sedang dalam kondisi tidur terlentang dan sedang dalam kondisi akan bangun. Maka, sebaiknya seseorang tidak tertidur dalam posisi ini, dan perlu juga mengubah posisi tidur beberapa kali saat tertidur.

Mega Fitriyani

Foto: Pixabay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here