Pendidikan Karakter Anak Untuk Keluarga Muda

0

Menjadi orang tua pemula dituntut harus banyak belajar. Tantangan yang dihadapi anak-anak kita jauh berbeda dibandingkan dengan masa kanak-kanak kita. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, metode mendidik anakpun berbeda polanya.

Pada saat usia antara 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (Golden Age). Oleh karena itu, kita sebagai orangtua muda hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak.

Kita sebagai orangtua muda yang baru belajar kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya dengan memukul dan memberikan tekanan yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri, minder, penakut, dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa.

Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (Diri Sendiri, Sosial, Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tersebut tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk.

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (Triangle Relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (Intrapersonal), dengan lingkungan (Sosial), dan hubungan dengan Tuhan YME (Spiritual).

Untuk itu, tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak.

Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial. Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting.

åÊ

Agustino

Foto : pixabay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here