Salah satu fasilitas penting dalam kota adalah pasar. Demikian juga di Sulawesi Tenggara, pasar menjadi salah satu pusat perdagangan dan ekonomi bagi penduduk setempat. Pasar di Sulawesi Tenggara yang berkhusus di daerah-daerah sekitar pantai biasanya menjual hasil produksi berupa ikan laut, garam, kerang-kerangan, dan barang impor lainnya seperti kain dan bahan rumah tangga yang terbuat dari besi. Di pasar kota pantai ramai apabila ada perahu yang datang dan singgah di pelabuhan membawa berbagai jenis barang rumah tangga dari luar pulau, misalnya dari Surabaya, Jakarta, dan Makassar. Kondisi seperti ini ditemukan di sejumlah kota-kota pantai mempunyai fasilitas pelabuhan memadai seperti faktor keamanan dan kurangnya tekanan dari penguasa lokal.

Pasar di atas permukaan air laut dan sungai juga terdapat di kepulauan Indonesia. Pasar jenis ini merupakan pertemuan antara masyarakat pedalaman dan pantai. Para pedagang gelap juga menggunakan pasar ini untuk bertransaksi. Masyarakat Bajo di kepulauan Indonesia adalah yang paling dominan menggunakan jenis pasar ini karena komunitas dan lingkungan tempat tinggalnya di atas air laut. Interaksi antara etnis Bajo dengan etnis lain dilakukan di pinggir pantai. Bahkan, justru penduduk pantai yang menjemput hasil produksi orang-orang Bajo. Hasil itu kemudian diperdagangkan didaerah lain.

Pasar di atas air dilakukan dengan menggunakan sarana sampan (sejenis perahu kecil) sebagai media mobilitas. Pasar ini berjalan dan waktu pelaksanaannya tidak tentu. Ketika keamanan mulai terjamin dan masyarakat sudah terbiasa dengan pola pasar seperti itu, maka kegiatan pasar ini berubah menjadi pasar tetap. Modal pasar tetap yang dilakukan di pasar air sekitar pantai dapat ditemukan dalam komunitas masyarakat Bajo di Sulawesi Tenggara (Pasar di Teluk Kendari) dan di Sulawesi Selatan (Pasar Bajoe di Teluk Bone). Masyarakat kota pedalaman biasanya melakukan perjanjian jual beli di pasar yang sama setiap harinya

Pasar kota-kota pantai di Sulawesi Tenggara dapat dijumpai di Kendari, Buton, dan Muna. Pasar Kota Kendari terletak disekitar pelabuhan Teluk Kendari. Pasar ini mulai dibangun secara permanen sejak 1920 dan mulai dimanfaatkan oleh para pedagang Cina. Pasar Kendari ramai karena banyak pedagang yang berasal dari Jawa, Madura, Bugis, Makasar, Cina, dan Malaka datang untuk berdagang di Kendari.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here