Mengenal Sejarah Kerajaan Sunda

0
Peta Wilayah Kerajaan Sunda. Foto: Harunjaya33
Peta Wilayah Kerajaan Sunda. Foto: Harunjaya33

Kerajaan Sunda berdiri setelah keruntuhan Kerajaan Tarumanegara karena diserang oleh Kerajaan Sriwijaya dan faktor-faktor internal  yang ada di dalam Tarumanegara itu sendiri. Nama Sunda pertama kali disebut dalam sebuah prasasti, yaitu Prasasti Kebon Kopi II yang berangka tahun 854 Saka (932 Masehi). Di dalam prasasti tersebut menyebut “Haji Sunda” dan “Rakryan Juru Panambat”  yang menunjukan nama-nama tersebut mengacu pada nama kerajaan dan nama pejabat tinggi yang berkaitan  dengan aktivitas pelayaran.

Dalam prasasti tersebut dijelaskan bahwa sunda merupakan kerajaan, sedangkan rajanya sendiri menyebut dirinya dengan istilah Maharaja dengan gelar yang mirip sekali dengan raja di Kerajaan Airlangga di Jawa Timur yang memerintah pada saat yang bersamaan, yaitu Maharaja  Srijayahbupati Jayamanahen Wisnu Murti Samarawijaya Sakalabhuwanamandaleswaranindita Haro Gowhardana Wikramot Tunggadewa. Nama gelar ini mirip dengan penguasa Jawa Timur yang menunjukan bahwa daerah ini memiliki hubungan dengan kerajaan di Jawa Timur.

Kerajaan Sunda yang bersendikan agama Hindu mengandalkan kehidupannya dari hasil pertanian. Guna meningkatkan pemasukan dari sector perdagangan, kerajaan ini membangun beberapa bandar untuk menyalurkan produksinya ke berbagai tempat melalui jalan laut. Barang-barang dagangan yang merupakan sumber penghasilan Kerajaan Sunda, pada umumnya berupa bahan makanan dan lada. Mata uang yang digunakan sebagai alat tukar, yaitu mata uang Cina untuk pembayaran kecil dan yang menurut Tom Pires disebut ceitis. Untuk sistem masyarakatnya, Kerajaan Sunda memegang teguh sistem kasta; Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.

Ekspansi Islam sebagai ideologi baru ke wilayah Kerajaan Sunda, khususnya di kota-kota pelabuhan pantai utara Jawa Barat, mengakibatkan perubahan besar-besaran di wilayah Sunda. Pusat politik di pedalaman yang mengandalkan potensi pelabuhan sebagai pemasok ekonomi kerajaan Hindu ini semakin runtuh ketika ketika satu-persatu pelabuhannya jatuh ke tangan Islam dan akhirnya hancur ketika pelabuhan utamanya, yaitu Kerajaan Sunda jatuh ke kekuasaan Islam dari Demak. Sejak itu pengaruh Islam sebagai ideologi baru tidak hanya menguasai kehidupan di daerah pantai, melainkan juga merambah ke pedalaman sehingga membuat Kerajaan Sunda semakin cepat mengalami keruntuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here