Mengenal Ninja Terakhir: Jinichi Kawakami

0
Jinichi Kawakami

Penguasaan seni mata-mata, membunuh secara diam-diam, orang-orang tidak pernah mendengarnya sampai saat dia menyerang. Kira-kira begitulah gambaran seorang Ninja yang kita ketahui. Ninja dipekerjakan oleh Samurai untuk memata-matai, menyabotase, dan membunuh musuh, mereka merupakan peninggalan dari masa lampau yang pernah hidup dan jaya dan mati di era yang modern ini.

Jinichi Kawakami apabila dirunut dari sejarah 500 tahun yang lalu merupakan keturunan dari klan Ban yang merupakan dinasti dari mata-mata rahasia. Jinichi merupakan pria berusia 63 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai Insinyur. sebagai keturunan ninja, Jinichi dilatih untuk dapat mendengar suara dari jarum yang terjatuh ke lantai, menghilang di kepulan asap tebal, dan membunuh korbannya dari jarak 20 kaki dengan cara melukai tenggorokan korban dengan menggunakan “death star”. Jinichi mengungkapkan bahwa dia-lah yang merupakan ninja terakhir dari dinasti ninja dikarenakan selama kurun waktu 500 tahun belakangan ini tidak ada lagi yang belajar semua teknik ninjutsu dari Masternya langsung. Dia memanjat dinding, melompat dari ketinggian, dan belajar bagaimana mencampur bahan kimia yang menyebabkan ledakan dan asap. Dia juga dilatih untuk menahan panas dan dingin yang ekstrem serta pergi berhari-hari tanpa makanan atau air.

Ninjutsu dapat diartikan sebagai seni manipulasi atau dapat di artikan juga sebagai seni pertahanan. ninja terkenal dapat berjalan jauh tanpa henti, melompat sejauh 7 kaki, dan melenturkan otot-ototnya untuk dapat bersembunyi ditempat yang sepi. Ninjutsu yang merupakan Seni Mata-mata ini jauh lebih hebat dari Seni bela diri lainnya dikarenakan, mereka mengandalkan kecerdasan untuk mengalahkan musuhnya dibanding menggunakan pedang yang menurut mereka terlalu sepele.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here