Mengenal Cucuk Lampah, Tradisi Pernikahan Jawa

0
Foto: jonawo.blogspot.co.id

Pernah dengar cucuk lampah? Istilah ini mungkin cukup asing di telinga sebab upacaranya pun jarang ditemukan kini. Salah satu yang mengadakan upacara ini adalah pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, beberapa waktu lalu. Cucuk lampah adalah bagian dari prosesi pernikahan adat Jawa yang cukup banyak. Selain cucuk lampah, ada juga prosesi siraman, midodareni, panggih, dan sederet upacara lain.

Namun, saat ini, upacara cucuk lampah berarti pembuka jalan. Cucuk lampah biasanya diperankan oleh seorang laki-laki yang membuka jalan pengantin menuju pelaminan. Sebagai pemimpin, di belakang cucuk lampah, terdapat pengantin yang bergandengan tangan menuju pelaminan. Di belakangnya lagi, ada patah atau pengipas yang diperankan oleh gadis-gadis kecil. Ada juga sekelompok penari atau pengiring di belakang rombongan. Orang tua dan mertua besan juga kadang ikut mengiringi.

Cucuk lampah yang identik dengan pernikahan adat Jawa ini dibawakan oleh seorang pria dan menjadi prosesi penolak bala. Pada pelaksanaannya, penari akan berada di depan kedua mempelai dan mengantarkan mereka menuju pelaminan. Tarian inilah yang harapannya dapat menghalau roh jahat yang ingin mengganggu acara pernikahan.

Dalam proses mengantar mempelai, penari biasanya akan menampilkan tarian yang berbeda-beda. Terkadang, ada yang membuat tarian jadi terkesan lucu karena menampilkan adegan-adegan tertentu. Pada saat mempelai menggunakan pakaian adat Keprabon atau pakaian adat raja, tarian yang dibawakan akan nampak serius dan gemulai. Tarian tersebut menjadi simbol bahwa mempelai menjadi raja dan ratu pada hari itu. Jadi, penari harus menguasai berbagai gerakan. Setelah sampai di pelaminan, pengantin akan ditemani oleh dua orang pata atau pembawa kipas. Pata biasanya dilakoni oleh anak-anak berusia 3-7 tahun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here