Menelusuri Asal Usul Matahari

0

Tahu nggak, sih? Ternyata, tata surya adalah bagian kecil dari galaksi yang terdiri dari meteor-meteor, planet, satelit, komet-komet, debu, dan gas antar planet yang beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Banyak teori yang beredar tentang terbentuknya tata surya, namun dari beberapa teori tersebut belum ada satu pun yang diterima oleh semua pihak. Yuk, kita telusuri teori-teori apa saja yang berkaitan tentang terbentuknya matahari…

Hipotesis Nebular

Kant dan Laplace (1796) meyakini bahwa terbentuknya tata surya merupakan kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas, lalu sebagian terpisah dan menjadi cicin yang mengelilingi pusat. Nah, Pusatnya tersebut menjadi sebuah bintang atau matahari. Setelah mendingin, benda-benda ini akan menjadi planet-planet, seperti bumi dengan benda-benda yang mengelilinginya.

Hipotesis Planettesimal

Chamberlain dan Moulton bertitik tolak dari pemikiran yang sama dengan teori Nebular. Perbedaannya adalah  terletak pada asumsi bahwa terbentuknya planet-planet itu tidak harus dari satu badan. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut Planettesimal yang merupakan benda-benda kecil yang padat. Teori ini merupakan jawaban mengapa satelit-satelit pada Jupiter maupun saturnus, orbitnya berlawanan dengan rotasi planet.

Teori Pasang Surut

Menurut, James dan Harold Jeffreys (1919), planet merupakan percikan dari matahari yang disebut Tidal. Tidal yang besar akan menjadi planet baru disebabkan bergerak mendekatnya dua matahari. Hal ini jarang sekali terjadi. Seperti dalam teori di atas bahwa dua bintang yang saling mendekat akan membentuk planet yang baru.

Teori Bintang Kembar

Teori ini menjelaskan bahwa matahari adalah sepasang bintang kembar. Oleh suatu sebab, salah satu bintang meledak akibat gaya tarik gravitasi dan bintang yang satunya sekarang menjadi matahari. Namun, pecahannya tetap beredar mengelilinginya.

Teori Creatio Continua

Fred Hoyle, Bondi, dan Gold berpendapat bahwa setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap, kemudian mengembun menjadi kabut, bintang, dan jasad alam semesta. Oleh karena partikel yang lebih besar daripada partikel yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan tersebut mencapai titik batas 10 milyar tahun. Dalam kurun waktu tersebut akan menghasilkan kabut-kabut baru. Teori ini berpendapat bahwa 90% materi alam semesta adalah hidrogen yang akhirnya membentuk helium dan zat-zat lainnya.

Teori G.P. Kuiper (1950)

Teori ini didasari keadaan yang ditemui di luar tata surya yang mengandaikan matahari serta semua planet berasal dari gas purba di ruang angkasa. Proses terlahirnya bintang dikarenakan banyaknya kabut gas yang lambat laun memampatkan diri menjadi massa yang semakin lama semakin padat dikarenakan gaya gravitasi molekul tersebut. Setelah menggumpal akan menjadi bakal planet. Matahari yang sudah menjadi padat, menyala dengan adanya api nuklir dan mendorong gas yang masih membungkus planet menjadi lenyap sehingga tampak telanjang.

Rinto Agustino

Foto: Pixabay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here