Mantan Pengamen Sukses Bisnis Sepatu Beromzet 200 Juta

0
Foto: metrotvnews.com

Image result for Gally Rangga

sumber gambar: http://news.metrotvnews.com/

Pengamen jadi pengusaha? Memangnya bisa? Salah satu tantangan bagi orang untuk berwiraswasta adalah modal. Maka, tidak sedikit mereka yang berpikir bahwa usaha hanya bisa dibangun oleh orang yang berduit. Eits, mungkin mereka belum berkenalan dengan Gally Rangga, sang mantan pengamen yang kini sukses jadi pengusaha. Sebagai pengamen, Gally Rangga tentu tak memiliki banyak uang, namun, usahanya bisa sukses terus sampai sekarang.

Gally Rangga,tumbuh di jalanan, di kalangan penikmat musik rock. Dari sana, pria asal Bandung ini mulai tertarik dengan fashion para pemusiknya. Celana jeans sobek, baju gelap, sepatu kulit adalah ikon fashion yang ia suka. Sebagai seorang pengamen, Gally merasa kesulitan untuk membeli fashion tersebut, khususnya sepatu kulit.

Sepatu kulit tidak pernah murah. Berkeliling mencari pedagang atau perajin sepatu kulit, bahkan ke pabriknya, Gally Rangga pulang dengan tangan kosong. Tak satu pun sepatu kulit yang mampu ia beli. Tak ingin menyerah, ia pun terus mencari hingga akhirnya ia menemukan seorang pembuat pemula yang bersedia memberinya harga miring. Dari sana, ia mulai memiliki keinginan membuat bisnis sepatu kulit. Ia pun mulai menabung sedikit demi sedikit untuk mewujudkan impiannya.

Dari hasil mengamen, Gally berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 5 juta. Pada tahun 2011, ia mengeluarkan brandnya sendiri, Way Out. Percobaan pertamanya mendapatkan respons positif meskipun Gally sendiri masih kesulitan membangun karakter produk yang ia jual.

Image result for wayout sepatu gally

sumber gambar: https://www.vebma.com/

Pada tahun-tahun pertama usahanya, ia mempergunakan bahan kulit impor. Seiring berjalannya waktu, ia mengupayakan sepatunya dibuat dari kulit lokal. Bahkan, saat ini ia berkomitmen untuk menggunakan sepatu dengan bahan kulit murni lokal. Namun, ia mengaku menggunakan kulit lokal memang punya tantangan sendiri. Kulit impor lebih bagus dari segi pewarnaan dan bahan kimia. Maka, pewarnaan kulit lokal harus diperbaiki.

Selain Wayout, pada tahun 2016 ia juga mengembangkan produk Exodos yang menyasar anak muda . Jika sepatu Wayout dibanderol dengan harga 1,5-2 juta, Exodos dapat dibawa pulang hanya dengan beberapa ratus ribu. Exodos memiliki karakter yang khas, yaitu sneakers dengan desain yang bernuansa vintage dan bots.  Nuansa retro sengaja dibangun untuk menjadi ciri khas Exodos. Dalam pemilihan warna, Exodos bisanya menggunakan warna coklat gelap, hitam, dan hijau tua sehingga berkesan jadul.

Image result for exodos sepatu gally

sumber gambar: https://www.bukalapak.com

Penjualan produk-produknya 70 persen diperoleh dari media online. Namun, demi membangun kepercayaan konsumen, Gally ingin menambah offline storenya. Bisnisnya terus berkembang sampai saat ini. Dari hanya mempekerjakan 2 orang untuk memproduksi sepatu, ia saat ini menggaji 30 orang bagian produksi. Dalam sebulan, ia bisa menghasilkan sampai 700 pasang sepatu kulit. Seluruh bahan kulit ia peroleh dari Indonesia, misalnya Magetan, Sidoarjo, Tangerang, dan Garut.

Dalam mempertahankan bisnisnya, Gally berprinsip bahwa dalam hidup, seseorang tidak boleh menyerah, tidak mudah puas dalam berusaha. Kata-kata tersebut memang mungkin terdengar klise, namun dalam perjalanan hidupnya, Gally benar-benar mengamini nasihat tersebut. Seseorang yang ingin membuka usaha harus siap jatuh bangun membangun usaha dan jeli melihat peluang, harus menyukai apa yang dia kerjakan. Meskipun pengetahuan usaha dan modal mungkin belum mencukupi, keyakinan bahwa usaha tersebut dapat sukses maka kesuksesanlah yang akan menghampiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here