Makan Kue Lumpur hingga Serangga, Ini Potret Kemiskinan di Dunia

0
Foto: dailymail.co.uk

Kemiskinan adalah masalah yang masih jadi momok hingga sekarang. Di Indonesia, saat krisis melanda, nasi aking jadi salah satu pilihan untuk mengganjal perut yang lapar. Harga nasi aking yang hanya Rp.2500 per Kg, tentu jauh lebih murah daripada beras yang Rp10.000 per Kgnya. Ternyata, kemiskinan bisa membuat manusia melakukan hal yang lebih jauh dari itu, bahkan dikatakan tidak masuk akal sama sekali. Mulai dari lumpur hingga serangga, inilah benda yang dimakan oleh masyarakat yang kesulitan pangan di dunia.

  1. Masyarakat Haiti makan kue lumpur
Image result for mud cake haiti
Foto: cluebees.com

Kue lumpur di Indonesia dikenal sebagai kue berbahan terigu dan kentang. Namun, di Haiti, kue lumpur memang terbuat dari lumpur yang dicampur dengan garam, air, dan sedikit mentega atau minyak sayur. Kemiskinan yang parah melanda masyarakat Haiti tahun 2008, di mana penghasilan mereka hanya sekitar Rp.7000 per hari. Hal ini membuat mereka tak mampu membeli tepung untuk makan. Alhasil, demi bertahan hidup mereka membeli kue ini. Meskipun tidak memiliki nilai gizi sama sekali, dan bahkan bisa menimbulkan penyakit, kue ini bisa membuat perut mereka kenyang selama beberapa jam.

2. Pagpag, limbah sisa makanan saji di Filipina

Image result for pagpag philiphina
Foto: suryamalang.tribunnews.com

Potret kemiskinan beritutnya adalah Pagpag, makanan yang berasal dari sisi makanan restoran siap saji. Harga sekantung pagpag adalah sekitar 7 ribu rupiah, tentu harganya jauh dengan harga ayam goreng yang belasan hingga ratusan ribu rupiah sekantungnya. Para pembuat pagpag biasanya membeli limbah ayam dari pemulung. Dari sana, ia memisahkan daging dan tulang ayam karena hanya dagingnya yang akan dikonsumsi. Daging sisa tersebut kemudian dimasakn menggunakan bawang bombay, bawang putih, saos, dan bumbu lain. Untuk semangkuk pagpag, pembeli hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 3 ribu rupiah.

3. Daging tikus di India

Image result for rat cook
Foto: suryamalang.tribunnews.com

Masyarakat Musahar India, mengkonsumsi tikus pada saat kelaparan. Mereka biasanya merebus atau membakar tikus. Masyarakat Musahar di dalam sistem kasta India adalah kelas terbawah yang tak memiliki ternak maupun tanah, bahkan tak memiliki keterampilan khusus. Bisa dibilang merekalah masyarakat paling miskin di India, hingga untuk makan saja, mereka harus mencari sarang tikus, mengambil tikus dan biji-bijian di sarangnya, untuk dimasak. Bukan hanya tikus, mereka bahkan dikabarkan menyantap apa pun yang bisa ditemukan, misalnya kecoak dan keong.

4. Memakan serangga di Republik Congo

https://cdn-s3.si.com/styles/marquee_large_2x/s3/images/cricket-bowl-2.jpg?itok=mxtlF1ru
Foto: si.com

Kemiskinan yang diderita masyarakat Congo disebabkan oleh perang yang terus-menerus terjadi bahkan setelah perang dunia II berakhir. Masyarakatnya menjadi miskin dan sangat sulit bagi mereka untuk makan daging. Untuk mendapatkan protein hewani, mereka mengkonsumsi serangga apa saja, mulai dari ulat, belalang, dan lain sebagainya.

Buat kamu yang masih bisa makan nasi setiap hari, sudahkah kamu bersyukur hari ini? Coba ingat-ingat kembali, berapa jumlah makanan yang pernah kamu buang? Padahal, banyak orang di luar sana yang bahkan hanya untuk membeli beras atau daging ayam pun tak mampu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here