Lubang Hitam Terdekat Dengan Bumi Kita

0

Jakarta, Bacadulu.News -åÊTahukah Anda apa Lubang Hitam terdekat Bumi kita?

Lubang Hitam yang dibicarakan adalah sebuah daerah di luar angkasa di mana sebuah materi terkompresi menjadi sangat padat dan satu-satunya cara untuk melarikan diri darinya adalah harus melakukan perjalanan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Dan seperti yang kita tahu, Anda tidak bisa bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Jadi….. Anda tidak bisa melarikan diri dari Lubang Hitam.

 

Jika terlalu dekat dengan Lubang Hitam, Anda akan terkompresi hingga menjadi sebuah titik yang sangat kecil. Sebuah Lubang Hitam, semakin besar massanya semakin besar pula gravitasinya, yang bahkan bisa menjangkau hingga jarak tahunan cahaya. Dan jika ada satu Lubang Hitam yang terlalu dekat dengan Tata Surya kita, ia akan mendatangkan malapetaka pada semua planet termasuk Bumi kita.

 

Planet-planet dan bahkan Matahari akan tertarik gravitasi Lubang Hitam tersebut, atau akan hancur secara bersama-sama, atau bahkan terlempar keluar dari Tata Surya seluruhnya. Lubang Hitam tak terkalahkan.

Baca :Lubang Hitam : Ilmuwan Kagum dengan Skenario Pembentukan Gelombang Gravitasi

Sekelompok astronom dari Jepang menemukan sebuah lubang hitam yang memiliki massa 100.000 kali lebih besar dari Matahari. Soal ukuran tersebut, ini pertama kalinya di Bimasakti ditemukan lubang hitam berukuran menengah.

 

Pertama kali diterbitkan di jurnal Nature Astronomy, lubang hitam ini berada di tengah galaksi. Jaraknya 200 tahun cahaya dari pusat Bimasakti.

 

“Ini penemuan kandidat lubang hitam bermassa menengah pertama di galaksi Bimasakti,” kata Oka kepada IFLScience.

 

Tim peneliti awalnya mengetahui keberadaan lubang hitam ini dari pancaran awan gas yang mirip dengan inti galaksi. Melalui observasi, tim berhasil mempelajari pergerakan gas dengan sebuah objek yang konsisten berada di pusatnya.

 

Oka berpendapat penemuan ini mendukung dugaan lubang hitam yang terus berevolusi dan membesar di pusat galaksi.

Tim melakukan simulasi sederhana dari awan gas yang dilempar sumber gravitasi yang kuat. Dalam simulasi ini, awan gas ditarik dengan sumber dan kecepatan ditingkatkan ketika mendekat, mencapai maksimum pada titik terdekat dengan objek.

Oka, juga mempublikasikan karyanya di Astrophysical Journal Letters, pada akhirnya berkesimpulan bahwa disperse supermasif tersebut adalah black hole.

Bimasakti sendiri memiliki lubang hitam supermasif berukuran besar yang merupakan inti dari galaksi bernama Sagittarius A*. Lubang hitam ini punya massa 4 juta kali lebih besar dari massa Matahari.

Baca : Mengapa Materi Mendominasi Antimateri di Alam Semesta?

Penemuan lubang hitam ini dikategorikan penting karena bisa jadi petunjuk bagi peneliti mengenai proses terbentuknya lubang hitam supermasif. Lubang hitam sendiri terbentuk dari ledakan supernova dengan ukuran yang beragam.

 

Sebuah teori menyebutkan lubang hitam lebih banyak ditemui di masa awal semesta. Hal itu terjadi karena bintang di periode itu jauh lebih besar. Pada saat itu lubang hitam terbentuk dan seiring waktu akan ‘menelan’ satu sama lain hingga menjelma lubang hitam supermasif.

 

Oka dan koleganya berniat melanjutkan observasi lubang hitam menengah ini. Mereka berharap dalam kurun satu dekade, mereka bisa menjelaskan proses lubang hitam bergerak dan menanti apakah ia akan ‘ditelan’ oleh Sagittarius A*. (red/RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here