Keterkaitan Otak dengan Rasa Cemburu

0

Rasa cemburu adalah salah satu emosi yang wajar, selalu ada pada manusia. Jadi, hal itu tidak bermakna negatif atau positif. Seperti kita merasa senang, sedih, atau jijik, cemburu adalah emosi yang muncul untuk merespon sesuatu.

Saat cemburu menjadi sesuatu yang berlebihan, maka hal itulah yang dapat memicu masalah. Sebagai orang yang sudah dewasa, mengontrol rasa cemburu adalah kewajiban. Ngomong-ngomong, tahukah kita dari mana asalnya rasa cemburu?

Pertanyaan itu pernah dijawab oleh sekelompok peneliti asal Jepang, tepatnya di Pusat Penelitian Nasional California, UC Davis. Menjawab rasa penasaran mereka terhadap rasa cemburu, para peneliti itu melakukan percobaan terhadap primata, binatang yang paling mirip dengan manusia.

Penelitian mereka dipublikasikan melalui jurnal online Frontiers in Ecology and Evolution. Dalam publikasi dijelaskan bahwa primata yang mereka teliti bukanlah primata biasa, melainkan salah satu spesies primata yang paling setia, yaitu Monyet Titi (Callicebus cupreus). Monyet Titi dikenal melakukan monogami, yakni hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.

Salah satu kemiripan dengan manusia adalah perilaku monyet-monyet ini. Pejantannya sangat protektif terhadap betinanya. Pasangan monyet ini membentuk ikatan emosional yang kuat dan keduanya akan merasa marah saat keduanya terpisah.

Pada penelitian ini, peneliti menempatkan setiap betina dengan seekor monyet jantan asing di tempat yang sama selama setengah jam. Pasangan si betina dapat melihat hal tersebut dengan jelas. Seperti halnya manusia, hasilnya, sang pejantan memunculkan respon cemburu dengan mengibas-ngibaskan ekornya dan menundukkan punggungnya.

 

Setelah mengetahui respon kecemburuan itu, peneliti mulai menilai aktivitas otak pejantan yang sedang cemburu. Hasilnya, saat cemburu, ada peningkatan drastis pada bagian cingulate cortex. Artinya, rasa cemburu juga dimunculkan oleh bagian yang sama yang berkaitan dengan penolakan sosial dan rasa sakit. Peningkatan aktivitas otak juga terjadi pada bagian septum lateral yang merupakan berhubungan peran perilaku agresi. Maka, nggak heran seseorang yang cemburu akan memunculkan perilaku agresif juga.

 

Mega Fitriyani

Foto: Pixabay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here