Kecanduan Ponsel Bikin Remaja Tidak Bahagia

0
Foto: Pixabay.com

Saat ini, kita sudah bisa mengucapkan selamat datang kepada generasi Z, yakni mereka yang lahir antara tahun 1995-2001. Mereka yang berusia belia, saat ini mungkin sedang menempuh pendidikan, dan beberapa sudah masuk ke dalam dunia kerja. Sebagai anak muda generasi Z, eksis di dunia maya dan tetap keep in touch via ponsel adalah hal yang wajib dilakukan. Jika tidak, mereka mungkin bisa uring-uringan karena sehari saja tak ada sinyal internet.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh San Diego State University of California malah menunjukkan, ponsel cerdas justru membuat anak-anak muda ini tak bahagia. Dengan kata lain, ponsel pintar justru menciptakan generasi yang mudah sedih. Penelitian ini dilakukan terhadap remaja usia 13-18 tahun, yang merupakan bagian dari generasi Z.

Periset ini mengatakan, remaja dapat meningkatkan kebahagiaan dan harga dirinya dengan menghabiskan waktu kurang dari 2 jam sehari untuk menggunakan media digital. Media yang dimaksud adalah bermain game, media sosial, pesan, atau video call. Jika tidak melakukan pembatasan, remaja akan cenderung lebih mudah merasa tidak bahagia dan merasa rendah diri.

Secara lebih umum, remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk beraktivitas tanpa ponsel seperti melakukan olahraga, membaca koran atau majalah, dan berinteraksi secara langsung dengan orang lain cenderung lebih bahagia daripada mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponsel, yakni lebih dari 2 jam. Membatasi waktu untuk menggunakan ponsel atau media elektronik lain dan menghabiskan banyak waktu untuk bertemu dengan orang lain secara langsung dapat meningkatkan kebahagiaan mereka. Nah, berapa lama kamu memegang ponsel setiap harinya? Hati-hati, kalau berlebihan pegang ponsel, jangan-jangan itu yang sering bikin kamu kurang bahagia dan suka uring-uringan.

Mega Fitriyani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here