Kebudayaaan Tarian Yahudi di Eropa Timur

0
Tarian Tradisional Yahudi. Foto: http://american.culturextourism.com

Ada banyak kekayaan tradisi tarian dan perayaan pernikahan yang ditemukan di antara kaum Yahudi di dunia. Pemahaman terhadap kebudayaan-kebudayaan tersebut akan membantu mengetahui pentingnya tarian di dalam kehidupan kaum Yahudi. Ironisnya adalah walaupun dipopulerkan oleh kaum Yahudi di Amerika Utara, sebenarnya tarian tersebut berasal dari Eropa Timur. Alasannya sangat jelas bahwa tradisi tarian pernikahan Yahudi tidak beradaptasi dengan baik bagi dunia saat ini. Maksudnya, menari yang bagian dari kehidupan sosial kaum Yahudi di Eropa Timur menjadi berkurang dan hanya bertahan pada perayaan pernikahan. Ironis memang, namun ada alasan lain: ketika kita mengatakan bahwa menari saat menikah adalah kebudayaan utama kaum Yahudi di Eropa Timur yang masih bertahan, sebenarnya tidak layak disebut “tarian pernikahan.” Seperti label yang cenderung  menarik perhatian kita untuk menyusun bentuk tarian spesifik pada acara tertentu sebagai proses sosial dan pertunjukkan kebudayaan.

Untuk memahami tarian dalam pernikahan, kita harus mengerti tradisi tarian sebagai institusi kebudayaan dengan mempertimbangkan gagasan tarian dan nilainya. Sebelum Perang Dunia I, kaum Yahudi dari Eropa Timur berimigrasi ke Amerika Serikat. Oleh karena itu, tradisi tarian pernikahan sangat wajar bila lebih terkenal di Amerika Serikat daripada Eropa Timur. Nilai kebudayaan tradisi tarian Yahudi sangat beragam. Menari bukan hanya dipertimbangkan sebagai bagian dari perayaan upacara, tetapi juga pusat interaksi sosial. Menari juga dikenal sebagai medium efektif interaksi pasangan mempelai yang diharapkan membawa kebahagiaan yang bukan hanya bagi mempelai, melainkan juga para undangan.

Konteks sosial tradisional tarian biasanya diadakan saat perayaan upacara pernikahan dan upacara bar mitzvah (upacara untuk remaja Yahudi yang sudah menginjak usia 13 tahun), acara semi-formal seperti menyambut tamu penting, acara ulang tahun, atau pertemuan mendadak. Pertemuan informal dan mendadak di rumah pribadi biasanya dipenuhi dengan acara bermain musik, menyanyi, dan membaca cerita, sedangkan menari dilakukan saat sore harinya. Hal yang aneh jika instrumen musik dimainkan di berbagai pertemuan tanpa orang-orang yang ingin menari. Jika orang merasa ingin menari ketika tidak ada musisi yang hadir, para penari tidak akan ragu menyanyi dengan nada-nada dari suaranya sendiri. Ada juga acara menari yang direncanakan. Di kota besar, tarian sering diadakan di aula umum, meskipun acara tarian sering diadakan di rumah pribadi. Tarian yang direncanakan memerlukan kehadiran musisi agar acara semakin meriah.

Bagaimanapun, tidak diragukan lagi bahwa ukuran tarian sosial didukung pada beragam konteks sekuler dengan tingkat ortodoks Yahudi. Ada dua jenis pertunjukan tarian tradisi kaum Yahudi di Eropa Timur, yaitu tarian sosial dan tarian pertunjukan. Tarian sosial sangat penting untuk interaksi sosial di antara penari dengan orang-orang di dalam komunitasnya. Tarian pertunjukkan lebih terstruktur karena ditarikan oleh penari yang profesional. Selain itu, ada tiga bentuk tarian yang ditarikan, yaitu tarian grup, tarian pasangan, dan tarian individu. Di antara ketiga bentuk tarian tersebut ditarikan oleh Yahudi asli dan lainnya adalah nonYahudi. NonYahudi menarikan tarian popular secara masif di Eropa. Beberapa dari mereka adalah penari pasangan yang cukup modern dan bergengsi bagi penari yang belajar tarian dari mereka. Koreografi beberapa penari pasangan sangat kontemporer. Mereka (penari nonYahudi) memahami tarian tradisional dan beradaptasi untuk melayani komunitas Yahudi dan kebutuhan artistik. Penari grup nonYahudi biasanya berasal dari Prancis.

Ada dua aspek tradisi tarian Yahudi di Eropa Timur adalah nilai kebudayaan dan keindahan pergerakan tubuh yang menyisakan sisi tradisional, berkesinambungan, dan diturunkan di kehidupan sosial dari generasi ke generasi. Elemen tersebut sangat sulit diingat karena mereka mengurangi dan memecahkan kehadiran dari bentuk tarian tradisional karena dianggap tidak sopan yang pada akhirnya tarian tradisional Yahudi hanya ditarikan pada perayaan upacara pernikahan. Tarian yang ditarikan saat perayaan pernikahan adalah para penari berkumpul seperti gunung dan melempar mempelai seperti cheerleader. Meskipun tarian tradisional Yahudi hanya ditarikan saat perayaan pernikahan, tentunya tarian tersebut dimaksudkan untuk tetap terjaga nilai-nilai kebudayaan, estetika, dan membangkitkan perasaan kebahagiaan bagi mempelai dan orang-orang yang hadir di dalam acara tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here