Jeff Bozes Founder Amazon yang Sempat menjadi Pegawai Restoran Cepat Saji

0
Foto: http://fortune.com/2016/10/05/jeff-bezos-americas-second-richest/

Jeff Bezos merupakan pendiri dari Amazone yang merupakan salah satu orang terkaya yang telah menggeser posisi Bill Gates si Sang Pendiri dari Microsoft dari nomor 1 dan harus puas di posisi kedua. Bos Amazon tersebut tercatat  mengantongi harta USD 120 miliar atau setara Rp 1.652 triliun. (kurs: 13.774 per dolar AS). Sebelum mendirikan perusahaan Amazone, Jeff Bezos pernah berada dalam masa-masa sulit dari hidupnya ketika remaja, bekerja di salah satu restoran cepat saji di Amerika sebagai juru masak. Namun, seperti pepatah orang yang mungkin pernah anda dengar, “Tidak ada pekerjaan, yang sia-sia” Jeff Bezos terkenal dengan ketekunannya dan mempelajari semua pekerjaannya secara detail di restoran cepat saji tersebut. Tidak hanya itu, ia juga mempelajari bahwa cara melayani pelanggan merupakan hal yang tersulit, yang oleh karena itu pelayanan utama merupakan hal yang harus diutamakan untuk Amazon

Jeff Bezos berpesan bahwa, seseorang bisa belajar dari manapun dan harus dimulai dengan kesungguhan saat Anda mengerjakan sesuatu. Dengan itu, Anda akan menyerap ilmu tersebut lebih cepat dan paham bagaimana mengoperasikanya di kemudian hari.  “Kalian bisa belajar arti tanggungjawab di mana saja, jika Anda sungguh-sungguh dalam mengerjakan apapun,” ungkapnya.

“Anda akan belajar banyak menjadi seorang remaja yang bekerja di McDonald, ini adalah pelajaran yang berbeda dengan apa yang Anda dapatkan di sekolah. Jangan pernah memandang rendah hal tersebut,” tandas Jeff Bezos.

Jeff Bezos, pendiri situs Amazon, didaulat sebagai salah satu orang paling kaya di dunia. Raksasa e-Commerce yang didirikannya pada 1994 silam meraih untung dengan nilai yang fantastis dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, di awal tahun ini Jeff Bezos meraup untung sebesar Rp 285 triliun, angka tersebut lebih besar dari angka yang diraup miliarder Warren Buffet di awal tahun 2018.

Menjadi orang terkaya sejagat, seperti apa prinsip dari Jeff Bezos? Diungkap, ia ternyata memiliki mentalitas yang disebut dengan istilah “Day 1″.”Berada di hari pertama mengharuskanmu untuk bereksperimen dengan sabar, menerima kegagalan, menanam bibit, melindungi tunas, dan makin bersemangat saat melihat kesenangan pelanggan,” tulis Jeff Bezos.”Budaya yang terobsesi pada pelanggan dapat menciptakan syarat-syarat di mana segala hal tersebut dapat terjadi,” lanjutnya menerangkan.

Untuk informasi, “Day 1” sebetulnya adalah nama gedung tempat pertama kali Amazon dikembangkan. Jeff Bezos memang terkenal suka melakukan investasi-investasi untuk masa depan, bahkan ia juga kerap dikritik melakukan investasi yang tidak perlu.Pada faktanya, berkat prinsip Day 1 ini, Jeff Bezos yang bersabar menanam bibit sudah dapat menuai hasil investasinya di masa sekarang.

Sejauh ini, Jeff Bezos sudah mengakuisisi rantai supermarket Whole Foods Market, situs resensi pembaca Goodreads, situs perfilman IMDb, situs penjualan pakaian dan sepatu Zappos, situs live-streaming Twitch, situs Alexa, dan masih banyak lagi. Bukan hanya itu, Jeff Bezos juga mengembangkan pengaruhnya di dunia media.

Tercatat Jeff Bezos mengeluarkan US$ 250 juta (Rp 3,3 triliun) untuk membeli The Washington Post pada tahun 2013. Tak cuma itu, media kenamaan Business Insider juga mendapatkan investasi dari pria tersebut pada tahun yang sama. Yang paling mutakhir adalah inovasi berupa supermarket tanpa kasir bernama Amazon Go yang dibuka di Seattle.

Inovasi yang ditawarkan Amazon Go adalah pembeli bisa langsung keluar saat membeli barang. Dengan memakai teknologi bernama Just Walk Out, barang-barang yang diambil dapat langsung terdeteksi oleh virtual cart. Bagaimana dengan pembayarannya? Untuk pembayaran dapat langsung dilakukan lewat aplikasi Amazon Go, sehingga pembeli tidak perlu lagi mengantri dan bisa langsung pergi setelah selesai berbelanja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here