IFaSFest 2018 Ajang Kompetisi Ide untuk Peningkatan Layanan Publik 

0
Kebaruan pemikiran dan ide untuk peningkatan layanan publik menjadi perhatian besar Menteri Komunikasi dan Informatika.  Peningkatan kinerja birokrasi menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Informatika selaras dengan Reformasi Birokrasi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Menteri Kominfo Rudiantara menilai hal yang penting dalam birokrasi pemerintah dan layanan publik adalah kebaruan dan perubahan. “Tetaplah memikirkan sesuatu yang baru, karena yang abadi adalah perubahan,” katanya dalam Acara Puncak Innovations of Frequency and Standardization Festival (IFaS-Fest) 2018 di Hotel Aston Bogor, Kamis (26/7/2018) malam.

Menurut Menteri Rudiantara penyelenggaraan IFaS-Fest 2018 merupakan terobosan untuk mengumpulkan pemikiran baru dalam meningkatkan layanan kepada publik.

“Selama saya jadi menteri, rasanya baru sekali ikut acara seperti ini. Acara IFaS-Fest ini sesuatu yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya,” katanya sebelum memberikan penghargaan kepada sejumlah pemenang kompetisi inovasi layanan publik di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI). 

IFaS-Fest 2018 merupakan bentuk apresiasi kepada pegawai berprestasi di lingkungan Ditjen SDPPI dan sebagai branding issue dengan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat atas penggunaan frekuensi dan standarisasi perangkat telekomunikasi.

“Saya ucapkan selamat kepada yang ditetapkan kepada yang ditetapkan sebagai pemenang IFaS-Fest 2018, tapi semuanya juga merupakan pemenang,” ungkap Menteri Kominfo seraya menyebutkan bahwa semua yang ikut kompetisi adalah pemenang untuk memberikan ide terbaik kepada masyarakat.

Dirjen SDPPI Ismail menyebut IFaS-Fest  2018 sebagai salah satu terobosan yang dilakukan oleh jajarannya untuk mewadahi ide, inovasi dan kreatifitas dalam layanan publik. 

“Ini suatu proses lompatan melalui IFaS-Fest, sebelumnya kegiatan ini berbentuk lokakarya yang seringkali bikin ngantuk, tapi sekarang kami yang mendengarkan ide-ide dari anak-anak muda,” katanya. 

Dirjen Ismail mengakui beragam inovasi yang disajikan selama IFaS-Fest 2018 merupakan cermin keragaman inovasi serta cara untuk memberikan solusi.

“IFaS-Fest merepresentasikan wajah kita yang berwarna, artinya ini menunjukan bahwa kita punya keberagaman. Tiap direktorat berbeda-beda namun tetap memiliki irisan. Saatnya kita mendengarkan ide dan inovasi yang lahir melalui IFaS-Fest ini, dan bersama-sama mencari jalan keluar dan solusi terbaik,” jelasnya.

Ajang IFaS-Fest 2018 ini terbagi ke dalam tiga kelompok kompetisi. Pertama SDPPIdea untuk kompetisi inovasi berupa ide-ide sederhana dalam peningkatan kualitas atau output pekerjaan dalam pelaksanaan tata kelola dan program prioritas kementerian. 

Kedua, SDPPI’s Choice Award sebagai kompetisi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen SDPPI dalam memberikan layanan kepada publik. Kelompok ini terbagi dalam tiga kategori yakni UPT Beradministrasi Terbaik, Penanganan Gangguan Terbaik, dan Monitoring Terbaik. 

Ketiga, SDPPI Mobile Project yang wajib diikuti oleh setiap UPT dan unit kerja di kantor pusat untuk meningkatkan kreativitas pegawai dalam branding issue  Ditjen SDPPI di media sosial dan website.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here