IACPP Sukses Menyelenggarakan TAPA Asia Conference 2018 di Medan

0

Bertempat di JW Mariott Medan, Sumatera Utara, The Transported Asset Protection Association (TAPA) Asia Pasific Conference 2018 sukses digelar.  Acara yang berlangsung dari tanggal 11-12 Oktober 2018 ini dibuka oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen. Pol. Drs. Putut Eko Bayuseno SH.

Komjen Pol Putut Eko Bayuseno mengaku bangga karena pertama kalinya Indonesia dapat menjadi tuan rumah konferensi yang disponsori The Transported Asset Protection Association (TAPA) Asia Pasific tersebut. Terlebih acara ini dihadiri oleh 150 peserta dari 22 negara.“Banyak permasalahan yang terjadi pada bisnis transportasi dan logistik terutama permasalahan keamanan dalam pengiriman barang-barang, tentunya menjadi momok bagi para pengusaha eksportir atau importir. Berkembangnya kejahatan di bidang pengiriman barang (Kargo) perlu pencegahan terhadap kejahatan tersebut. Karena apabila dibiarkan akan menimbulkan ketidakpercayaan bagi para pengusaha yang akhirnya berimbas kepada perekonomian negara,” tegas Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Irjen. Drs. Putut Eko Bayuseno mewakili Kapolri.

Berbicara masalah keamanan, lanjut jenderal bintang tiga di hadapan 20 delegasi TAPA dari berbagai negara di dunia dari 42 negara anggota TAPA ini, hal ini masih sejalan dengan tugas pokok Polri yakni, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hu­kum serta memberikan perlindungan pengayom dan pelayanan kepada masyarakat. Dulu, masyarakat menganggap Polri berhasil apabila mampu mengungkap kejahatan yang terjadi. Namun, sekarang masyarakat sudah mulai bertanya ”Mengapa kejahatan itu terjadi?”. “Oleh sebab itu, kita harus mengubah mindset untuk tidak menjadi pemadam kebakaran karena pencegahan kejahatan adalah lebih baik,” ujarnya.

Dirbin Potmas Baharkam Mabes Polri Brigjen Drs Istiono SH MH CATS, CCPS menambahkan, yang dilaksanakan IACPP ini merupakan momen terbaik, di mana Indonesia dipercaya untuk melaksanakan konferensi kelas dunia tersebut di Indonesia khususnya Medan sebagai lokasi kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, TAPA memperkenalkan diri dari aspek pencegahan, kerugian sebuah perusahaan dan pencegahan sebuah kejahatan keamanan di Indonesia. Ini sangat membantu Polri bila dilaksanakan. Sebuah perusahaan pun akan menjadi efektif, efisien dalam menjalankan bisnisnya, aman dan selamat. Kemudian juga mengikis mengantisipasi kerugian sebuah perusahan,” jelasnya.

Sebagai penyelenggara, IACPP atau Asosiasi Internasional Praktisi Pencegahan Kejahatan patut berbangga atas kesuksesan penyelenggaraan TAPA Asia Pasific Conference 2018. IACPP merupakan wadah yang mempunyai misi pemuliaan profesi sekuriti melalui program pengembangan pelatihan bagi para profesional di bidang pencegahan kejahatan.

IACPP berinisiatif menyelenggarakan ke­giatan TAPA, konferensi Asia Pasifik yang tujuannya asosiasi ini untuk mengatasi ancaman keamanan yang sedang berlangsung dan umum terjadi pada rantai suplai dan misinya meminimalkan kerugian kargo dari rantai pasokan.

Presiden IACPP, Drs. Darly Siregar M.Si, ICPS, CATS, CCPS mengungkapkan, suatu kehormatan bagi Indonesia yang sudah dipercayakan melaksanakan konferensi yang dihadiri 20 delegasi dari berbagai negara dari 42 anggota TAPA.

“Konferensi ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia, khususnya Kota Medan. Jadi kita sangat bangga bisa melaksanakannya. Sebelumnya, konferensi serupa dilaksanakan di berbagai negara seperti di Thailand pada 2015, Vietnam 2016 dan 2017 di Mumbai,” jelas Darly.

Serangkaian dengan konferensi, sambung Darly, sebelumnya dilaksanakan training tiga hari bagi peserta. Training diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari Jepang, Srilanka, Thailand, Taiwan, Singapore, Malaysia dan Indonesia.  Selanjutnya dilaksanakan ujian. “Dari ujian tersebut, beberapa orang Indonesia dinyatakan lulus menjadi auditor,” ujarnya. Diantara orang Indonesia yang berhasil menjadi Auditor, 6 orang berasal dari pengurus IACPP yaitu Drs. Darly Siregar, M.Si, ICPS, CCPS, CATS; Inne Yuaniza, SE, CATS, CCPS; Fransiskus Pasaribu, SE.Ak, CA, CPAI, CATS, CCPS; Rohmat Pujiono, CCPS, CSHM; L. A. Bagioyuwono, ST., AAAIK, AAK, CCPS dan Maringan Tobing, CATS, CCPS.

Dengan lulusnya peserta dari indonesia menjadi auditor, Indonesia kini sudah bisa mengaudit sistem keamanan perusahaan yang bergerak di supply chain. Bagaimana proses transportasinya, bagaimana pergudangannya, bagaimana sistem barang masuk dan keluar, bagaimana standar perilaku pelaku bisnisnya, sistem dan berbagai hal krusial lainnya. Tugas merekalah mengaudit dengan bersandar kepada standar dunia.

VP Bidang 3, L. A. Bagioyuwono, ST., AAAIK, AAK, CCPS mengatakan bahwa Kebutuhan atas sertifikasi dari TAPA untuk fasilitas logistik dan Alat Transportasi Truk sebagai persyaratan dari produsen dan pembeli semakin meningkat di Indonesia. Proses sertifikasi memerlukan auditor dan Badan Audit Independen sebagai pihak yang mendampingi proses sertifikasi ke TAPA. Dengan telah tersedianya auditor yang mumpuni dan permintaan yang meningkat di Indonesia, sudah saatnya Indonesia mempunyai Badan Audit Independen yang mampu bekerjasama dengan industri Supply Chain. IACPP akan  mendorong segera terbentuknya Badan Audit Independen yang berasal dari Indonesia dan akan mendukung proses persetujuan dari TAPA.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan tertinggi TAPA Asia Pasifik Tonny Lugg, Sekretaris Jenderal IACPP Baruno Sapto Subroto MA, MSc, ISPS, CI, CCPS, CATS. Dalam acara penutupan, Tonny Lugg memberikan apresiasi pada penyelenggara yaitu PT First Security Services Indonesia (FSI) karena telah melaksanakan dengan baik penyelenggaraan konferensi sehingga berjalan sukses.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here