Dita Aulia, Melestarikan Budaya Indonesia Lewat Tari Jaipong

0

Bogor,Bacadulu.News – Tari tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, tarian Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga kini. Beberapa tari mungkin telah berusia ratusan tahun, sementara beberapa tari berlanggam tradisional mungkin baru diciptakan kurang dari satu dekade yang lalu.

Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih dimungkinkan. Sebagai hasilnya, muncullah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni tari tradisional.

Kali ini kita tim Bacadulu.News berkesempatan untuk berbincang dengan penari tradisional yang sering menari jaipong asal Bogor. Namanya adalah Dita Aulia Septiani anak pertama dari Bapak Umar Said Septiadi dan Ibu Neneng Hasanah. Penari yang masih berusia 19 tahun ini suka sekali menari tarian asal Jawa Barat yaitu Tari Jaipong.

Tari jaipong atau Jaipongan adalah sebuah kesenian dari sunda berupa seni tari dengan diiringi musik Degung, yang dulunya bernama ketuk tilu dan bermula diciptakan seniman berbakat yang bernama Gugum Gumilar. Yang menjadi ciri utama Jaipongan adalah gaya kaleran,alami dan apa adanya,ceria,erotis,humoris,bersemangat,berspontanitas, dan kesederhanaan.

Berikut adalah wawancara tim Bacadulu.News dengan penari cantik asal Bogor ini:

Bagaimana awal mulanya anda bisa menjadi penari?

Awalnya saya mengikuti sanggar di sekolah dasar lalu saya pun menari di acara perpisahan sekolah, di acara pernikahan sampai acara lomba pun saya ikut, hingga kuliah pun saya masih berlanjut menari.

Sejak kapan anda bisa menari?

Sejak kelas 3 SD sekitar umur 8tahun.

Sudah berapa lama anda berprofesi sebagai penari?

Sudah cukup lama sekitar kurang lebih 14 tahun lamanya.

Hal yang anda anggap cukup berkesan saat menari?

Saat mendapatkan penghargaan dan juara lomba tari tentunya, serta saat menari menyambut pengantin.

Saat anda mengikuti lomba berapa kali anda mendapatkan juara maupun penghargaan?

Selama ini saya sudah cukup banyak mendapatkan penghargaan, saya baru 3 kali juara di acara perlombaan di karenakan lebih sering mendapatkan panggilan job sebagai bintang tamu daripada lombanya.

Bagaimana dan mengapa anda bisa memilih tari tradisional jaipong?

Karena saya tertarik dengan tarian-tarian budaya Indonesia yang sangat banyak dan unik, jadi saya memilih tari jaipong untuk mempertahankan budaya Indonesia.

Siapa yang menginspirasi anda menjadi seorang penari?

Sebenarnya tidak ada yang mengispirasi saya untuk menjadi penari, tetapi karena rasa suka saya dan berasal dari keinginan hati serta diri sendiri untuk menjadi penari.

Terakhir, Apa pesan anda terhadap generasi muda lainnya yang bercita-cita menjadi penari?

Khususnya kaum wanita seni tari adalah seni yang mengekspresikan diri melalui gerakan badan, seni tari adalah budaya Indonesia yang harus kita pertahankan, menari memang tidaklah mudah tetapi tidak selalu menyakitkan, tetaplah fokus pada cita-citamu karena menari itu indah, menari itu memiliki arti dan percayalah bercita-cita sebagai penari adalah pilihan yang terbaik dan membanggakan.

Gimana guys, tertarik untuk menekuni profesi yang semakin langka ini? Ikut melestarikan dan mempertahankan warisan luhur budaya Indonesia. (red/SAN)

åÊ

åÊ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here