Di Saudi, Membuka Ponsel Pasangan Tanpa Izin Dianggap Melanggar Hukum

0
Foto: Pixabay

Pemerintah Saudi baru saja menetapkan UU yang mengatur larangan membuka ponsel pasangan, hal tersebut dianggap melanggar hukum dan terancam hukuman penjara maksimal satu tahun dan denda maksimal 500.000 riyal atau setara Rp 1,8 miliar.

Kerajaan Arab Saudi menempatkan tindakan mematai-matai perangkat elektronik orang lain secara ilegal sebagai salah satu tindak kriminal berkaitan dengan kejahatan teknologi informasi.

Namun, jerat pidana dan denda tersebut berlaku apabila seseorang terbukti mengambil konten dan meneruskannya,seperti dilansir dari Al Arabiya, hukuman ditujukan kepada seseorang yang mengakses ponsel orang lain dan cukup dibuktikan dengan perangkat dilindungi sandi yang telah dibuka tanpa izin.

Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dianggap melanggar norma agama, seperti yang disampaikan Penasihat Bidang Ilmu Pengetahuan Dar al-Ifta Mesir, Syekh Majdi Asyur mengemukakan, “Memata-matai pasangan dengan memeriksa ponselnya adalah bentuk tajassus yang tidak diperbolehkan agama.”

”Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (QS al-Hujurat [49]: 12).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here