Destinasi Wisata di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

0

Bogor, Bacadulu.News – Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merupakan hutan dataran rendah terbesar di pulau Jawa yang masih tersisa sampai saat ini. Taman NasionalåÊini didirikan pada tahun 1992, memiliki hutan seluas 113.000 hektar, dan merupakan rumah bagi 23 spesies mamalia, 200 spesies burung, serta lebih dari 500 spesies tumbuhan.

Selain itu, Adat Kasepuhan dan masyarakat tradisonal Sunda lainnya masih tinggal di sekitar taman ini dan sangat bergantung pada sumber daya alamnya. Tidak hanya itu saja, di Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini terdapat berbagai potensi objek wisata alam, sejarah, dan budaya masyarakat lokal yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan pariwisata,khususnya ekowisata, yang menarik untuk dinikmati para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Waktu yang diperlukan menuju TNGHS sekitar 3-5 jam dari Jakarta.Taman Nasional Gunung Halimun ternyata memiliki potensi ekowisata yang sangat besar, pengalaman berwisata menikmati hijau dan sejuknya hutan tentunya sangat menarik dan seru untuk dikunjungi. Adapun fasilitas dan Objek wisata yang tersedia di Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini diantaranya :

Puncak Gunung dan Kawah Ratu

Kegiatan wisata lainnya yang bisa dilakukan di TNGHS adalah melakukan pendakian ke puncak gunung. TNGHS memiliki beberapa puncak dengan ketinggian 1.700-2211 mdpl. Secara resmi beberapa jalur pendakian belum dibuka dan ditata secara khusus. Namun, beberapa puncak dan hutan yang masih relatif lebat menjadi daya tarik untuk para pecinta alam. Di antara puncak yang ada, puncak yang paling umum didaki adalah puncak Gunung Salak 1, di puncak ini terdapat Kawah Ratu yang juga merupakan objek wisata di TNGHS. Di lokasi ini pengunjung harus berhati-hati untuk tidak terlalu lama dan dekat dengan sumber uap panas, karena terdapat gas berbahaya dan beracun.

Air Terjun

Air terjun, atau curug, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bisa bersantai di air terjun, menikmati air dan udara yang sejuk tentu sangat menyenangkan. TNGHS memiliki banyak sekali curug yang tersebar di berbagai tempat. Beberapa curug yang ada di TNGHS di antaranya seperti Curug Cimantaja, Curug Cipamulan, Curug Piit, Curug Walet, dan masih banyak lagi.

Perkebunan Teh Nirmala

Sebuah pemandanganåÊ perkebunan teh peninggalan Belanda di tengah hutan. Pemandangan kebun teh ini hampir sama dengan perkebunan teh yang ada pada umumnya. Bedanya, di tengah kebun teh terdapat perkebunan bunga mawar yang indah, dan juga pabrik teh tempat kita bisa melihat proses pembuatan tehnya. Kita bisa berisitirahat di atas puncak perkebunan sambil memotret hijau dan indahnya perkebunan teh.

Loop Trail dan Wisma Tamu Citalahab

Loop trail (jalur interpretasi) adalah sebuah jalur setapak Cikaniki-Citalahab sepanjang 3,8 km. Jalur ini telah dilengkapi dengan petunjuk jalan, dan naungan untuk beristirahat. Di jalur ini terdapat dua jalan alternatif, yaitu jalan yang langsung menuju ke Kampung Citalahab, pusat wisma tamu, dan home stay untuk wisatawan yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Sedangkan jalan alternatif kedua adalah jalan yang menuju perkebunan teh Nirmala. Sepanjang jalur ini kita dapat menikmati berbagai flora dan fauna yang akan memberikan pengalaman menarik berjalan di tengah hutan tropis.

Canopy Trail

Canopy Trail, atau jembatan gantung, merupakan salah satu fasilitas wisata yang ditawarkan TNGS. Canopy trail ini terletak sekitar 200 meter dari Stasiun Penelitian Cikaniki, memiliki panjang 125 meter, dan berada pada ketinggian 20-25 meter dari atas tanah. Jembatan ini agak sedikit berayun saat kita berjalan di atasnya.Cukup mendebarkan, tapi seru dan mengasyikkan. Dengan berada di atas kanopi, kita bisa menikmati pengalaman pemandangan hutan yang berbeda.

Pastinya, kawasan taman nasional ini menjanjikan wisata alam yang menarik, tak kalah atau malah lebih unggul dari Puncak karena masih alami.

 

Anda tertarik mencoba? (red/SAN)

åÊ

åÊ

åÊ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here