Bitcoin Mata Uang dengan Nilai Fantastis

0
Foto: Pixabay

Bitcoin kini menembus di angka Rp.94.300.659,1356 per kepingnya. Angka yang fantastis bukan?! Namun, masih banyak yang tidak mengetahui siapa orang besar di balik mata uang digital yang sekarang banyak diburu di penjuru dunia sebagai salah satu pilihan investasi. Bagimana tidak? Baru-baru ini seseorang asal Indonesia menjual bitcoinnya dan membeli satu mobil Lamborghini Huracan seharga Rp. 8,9 milliar. Mari kita simak fakta-faktanya!

  1. Pada tahun 2009, Bitcoin dilahirkan oleh seseorang asal Jepang bernama Satoshi Nakamoto namun banyak yang menduga bahwa itu hanya nama samaran yang dibuat oleh sekelompok orang pembuat bitcoin.
  2. Melihat dari segi jaringan bitcoin berbeda dengan sistem pembayaran lainnya, dimana menggunakan jaringan peer-ke-peer. Apabila menggunakan jaringan ini maka tidak penyimpanan terpusat/administrator utama, oleh karena itu Bitcoin tidak dikontrol oleh pemerintah karena bitcoin menganut sistem desentralisasi.
  3. Kemunculan perdananya, Bitcoin mengeluarkan 50 Bitcoin pertamanya didunia yang dihasilkan dari sistem yang kemudian hari dikenal dengan sebutan “Genesis Block”. Untuk mendapatkan Bitcoin ini dibutuhkan penambangan secara digital, setiap 10 menit atau lebih setelah itu Bitcoin baru bisa di distribusikan. Bitcoin sendiri merupakan satu dari implementasi pertama yang disebut Cryptocurrency.
  4. Desain dari Bitcoin memperbolehkan untuk kepemilikan tanpa identitas (anonymous) dan pemindahan kekayaan. Bitcoin – bitcoin dapat disimpan di komputer pribadi dalam sebuah format file wallet atau di simpan oleh sebuah servis wallet pihak ketiga, dan terlepas dari semua itu Bitcoin – bitcoin dapat di kirim lewat internet kepada siapapun yang mempunyai sebuah alamat Bitcoin. Topologi peer-to-peer bitcoin dan kurangnya administrasi tunggal membuatnya tidak mungkin untuk otoritas, pemerintahan apapun, untuk memanipulasi nilai dari bitcoin – bitcoin atau menyebabkan inflasi dengan memproduksi lebih banyak bitcoin.
  5. Legalitas penggunaan Bitcoin berubah-ubah secara cepat di seluruh dunia, beberapa negara seperti Thailand melarang Bitcoin, negara Jerman memberikan status legal dan beberapa negara seperti Cina membatasi penggunaan bitcoin. Pada 6 Februari 2014, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia. Masyarakat Indonesia dihimbau untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here