Bisnis Pet Shop Menjanjikan?

0
Foto: Pixabay

 

Memelihara binatang menjadi salah satu hobi yang dilakoni banyak orang. Bukan hanya hobi, binatang peliharaan juga bisa jadi teman dan tempat mencurahkan kasih sayang. Namun, mereka butuh perawatan yang baik agar kondisinya tetap sehat, menggemaskan, dan penuh semangat. Pet shop dengan segala fasilitas dan produk yang ditawarkan dipastikan jadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi para pecinta binatang ini. Terlebih, pet shop yang mengusung konsep one stop Nah, kira-kira seberapa menguntungkan bisnis ini?

Konsumen rela habiskan uang untuk binatang kesayangannya

Pecinta kucing dan anjing tentu ingin binatang peliharananya selalu terawat dan sehat. Maka, fasilitas penunjang selalu diusahakan untuk mereka. Salah satu contoh adalah biaya perawatan kucing ras. Dalam satu bulan, seorang pecinta kucing bisa menghabiskan uang hingga 2 juta rupiah untuk merawat kesayangannya. Dalam sebulan, pelanggan bisa menghabiskan Rp 900 ribu untuk makanan kucing, Rp 240 ribu untuk pasir, dan biaya perawatan seperti grooming, pemberian vitamin dan perawatan.

Jasa hotel hewan yang kebanjiran pelanggan

Terutama saat mudik atau hari besar, banyak orang yang memilih untuk liburan. Binatang peliharaan mungkin akan sulit dibawa sehingga banyak yang memilih untuk menitipkan mereka di pet shop. Biaya titip binatang di petshop kisaran 110-150 ribu per malam, tergantung jenis dan ukuran binatang peliharaan.

Omzet bisa mencapai 400 juta per bulan

Salah satu contoh adalah Catty Petshop yang berlokasi di Jalan Pengadegan Utara V, Jakarta Selatan. Petshop yang hanya berukuran 3×4 ini bisa memperoleh omzet 400 juta per bulan. Omzet yang diperoleh memang ditentukan oleh banyak hal, terutama lokasi. Lokasi pet shop sebaiknya di jalan strategis yang dekat dengan perumahan.

Jasa jual binatang peliharaan/pemacakan

Meskipun banyak komunitas pecinta binatang yang kurang setuju dengan jual beli binatang peliharaan atau pemacakan untuk bisnis, konsumennya tetap ada. Kekhawatiran datang apabila sang konsumen hanya menjadikan binatang sebagai simbol status sosial atau bisnis. Jika binatang itu sakit atau tak bisa dipacak lagi, mereka pun dibuang begitu saja. Salah satu tanggung jawab moral yang harus dimiliki adalah menekankan pada pembeli untuk merawat dan menyayangi binatang tersebut dengan sepenuh hati bagaimana pun kondisinya.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here