Bijak Bermedia Sosial Demi Melindungi Risiko Privacy Pada Anak

0
Foto: Pixabay

Oleh: Noviyanti Setiyaningsih, MBA, CCPS
(Anti-Fraud & Security Enthusiast, Certified Crime Prevention Specialist, dan Entrepreneur)

Berapakah jumlah pengguna internet di dunia saat ini? Laporan Global Digital 2018 melansir bahwa berdasarkan data dari We Are Social dan Hootsuite saat ini ada lebih dari 4 milyar pengguna internet dari seluruh dunia.  Hal ini terjadi karena semakin terjangkaunya smartphone dan paket data yang ditawarkan oleh beragam provider.

Lalu bagaimanakah dengan pengguna media sosial? Masih dilansir Global Digital 2018, setidaknya ada lebih dari 3 milyar orang (dimana 9 dari 10 orang diantaranya) mengakses media sosial melalui ponsel cerdas.

Media sosial telah mengubah cara orang berinteraksi, baik dengan dengan anggota keluarga, teman dekat, rekan kerja secara drastis. Tidak bisa dipungkuri media sosial, seperti Twitter, Facebook, YouTube, Instagram dan sebagainya banyak memberikan dampak positif, terutama bagi mereka yang mencari penghasilan melalui media sosial.  Namun penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat merugikan Anda. Ada risiko privasi yang mengintai Anda, terutama bagi anak-anak.

Perlu dipahami bahwa apapun kegiatan kita di media sosial dapat menimbulkan risiko yang serius.  Di luar sana banyak pelaku kejahatan menjaring korbannya melalui media sosial. Untuk itu, dibutuhkan kebijaksanaan dari orang tua dalam memposting kegiatan anak-anaknya.

Banyak diantara para orang tua, terutama orang tua baru, yang memiliki euphoria terhadap perkembangan buah hatinya.  Berbagi foto kelahiran anak, langkah pertama, kata pertama, pencapaian tertentu, makanan kesukaan, orang-orang di sekeliling, nama sekolah yang bonafit dan sebagainya merupakan hal yang selalu ingin dibagikan oleh orang tua kepada lingkungan sekitarnya. Banjiran pujian dan perhatian dari pengguna media sosial yang lain tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua.

Saya pernah bertanya kepada beberapa orang yang memiliki hobi memposting anaknya di media sosial. Kenapa mereka melakukan hal itu? Jawabannya bervariasi. Ada yang ingin mengabadikan moment-moment berharga yang akan diwariskan ke anaknya kelak. Ada juga yang menjawab karena hal tersebut membuatnya bahagia. Ada pula yang menjawab sekedar  ingin eksis, dan mengikuti trend.

Foto: Pixabay

Kenapa harus bijak dalam bermedia sosial?

Sebagian besar situs media sosial memiliki informasi yang penting, seperti hari lahir dan alamat email Anda. Pencuri identitas cenderung mengumpulkan informasi pribadi korban mereka dari informasi yang tersedia di situs media sosial. Banyak pencuri identitas cenderung meretas akun email korban mereka hanya dengan menggunakan informasi pribadi yang tersedia di profil media sosial.

Mereka juga akan melakukan profiling calon korban mereka. Dengan banyaknya informasi yang tersaji, mereka akan dengan mudah menganalisa kebiasaan dan kelemahan korban mereka.

Saya pernah melakukan eksperimen kecil yaitu berteman dengan seseorang Ibu yang aktif sekali memposting kegiatannya termasuk kegiatan si buah hati di Facebook secara random. Saya sempat terkejut bahwa dengan cepatnya Ibu A menyetujui permintaan pertemanan dari saya, padahal tidak ada hubungan antara saya dan Ibu A. Dari situ saya mulai melakukan profiling mengenai keluarga intinya, pekerjaan suaminya, nama sekolah anaknya, dengan siapa mereka tinggal, seperti apa lingkungan rumah tinggalnya, siapa sahabat anaknya, siapa nama guru anaknya, berapa nomor teleponnya, bahkan sampai kepada masalah rumah tangganya tanpa saya harus bekerja keras untuk mendapatkan informasi tersebut.

Eksperimen tersebut membuktikan bahwasanya betapa mudah informasi pribadi kita bisa jatuh ketangan orang yang tidak berkepentingan. Salah satu teknik yang lebih umum digunakan oleh pencuri identitas, adalah mengklik “lupa kata sandi,” dan kemudian mencoba untuk memulihkan kata sandi melalui email. Setelah mereka mengakses akun email Anda, pada dasarnya mereka memiliki akses ke semua informasi pribadi Anda.

Foto: Pixabay

Berhati-hati dalam mengunakan layanan berbasis lokasi

Situs media sosial memanfaatkan layanan berbasis lokasi untuk memungkinkan pengguna untuk check-in di lokasi mereka saat ini. Ini biasanya mengungkapkan lokasi pengguna saat ini ke semua orang yang terhubung dengan mereka di jaringan media sosial tertentu.

Informasi yang diposting dapat dengan mudah digunakan oleh orang jahat untuk melacak keberadaan Anda ataupun orang-orang yang berharga bagi Anda. Selain itu, memberi tahu komunitas online di mana Anda berada, atau ke mana Anda akan pergi, dapat mengundang pencuri ke rumah atau bisnis Anda.

Misalnya, dengan memposting lokasi Anda saat ini dan mengatakan bahwa Anda sedang berlibur panjang di luar negeri, Anda akan membiarkan pencuri tahu di mana Anda berada, dan berapa lama Anda akan kembali. Untuk mengurangi risiko semacam itu, Anda harus menghindari memposting rencana perjalanan Anda, dan menggunakan layanan berbasis lokasi.

Tip untuk melindungi privasi Anda di media sosial

Banyak dari kita sering membuat kata sandi dari kombinasi nama dan tanggal lahir orang-orang terdekat sehingga tidak sulit untuk ditebak. Sebaiknya buat kata sandi yang kuat. Semakin kuat kata sandi Anda, semakin sulit menebaknya. Anda dapat menyertakan karakter khusus seperti simbol, angka, dan huruf besar dalam kata sandi Anda. Selain itu, jangan gunakan beberapa kata sandi umum, seperti nama anak Anda, nama pasangan atau tanggal lahir.

Pastikan  kembali profil media sosial Anda dan perhatikan dengan cermat cara setiap profil memungkinkan Anda melindungi detail pribadi yang sensitif. Beberapa situs media sosial seperti Facebook memberi Anda kesempatan untuk membatasi akses ke teman, anggota keluarga, dan kolega tertentu. Juga manfaatkan opsi privasi yang ditawarkan oleh situs media sosial seperti memblokir pesan dari orang asing. Bagi kebanyakan orang, pengaturan mereka diatur dengan cara yang sudah disetel secara otomatis oleh Facebook sehingga mereka mudah terlihat oleh siapa pun.

Mengunduh antivirus dan anti-spyware yang baik juga salah satu solusi. Anda harus memiliki perangkat lunak yang akan melindungi Anda dari malware, virus, dan spyware. Untuk keamanan ekstra, Anda dapat memperbarui semua aplikasi penting, termasuk sistem operasi, peramban internet Anda, dan program lain yang rentan terhadap serangan.

Ketika Anda menggunakan media sosial, pada dasarnya Anda memposting informasi pribadi secara online. Ketika informasi itu diposting secara online, maka tidak ada lagi kata privacy, dan mungkin informasi Anda  akan berakhir ke tangan orang yang salah.

Bahkan jika Anda telah menempatkan tindakan keamanan setinggi mungkin, beberapa teman dan kolega yang berinteraksi dengan Anda di media sosial, dapat saja membocorkan informasi pribadi Anda. Oleh karena itu, Anda harus sangat berhati-hati tentang apa yang Anda posting secara online. Jangan permudah para pencuri, penguntit, penjahat cyber untuk memperoleh identitas informasi yang mereka perlukan untuk menyebabkan kerugian bagi Anda.

Bagaimana sebaiknya dalam bermedia sosial?

Saya sendiri termasuk orang yang memilih tidak banyak berbagi foto kegiatan anak karena saya menjaga dan menghargai privasi anak saya.  Saya tidak ingin menempatkan anak-anak pada risiko malu di kemudian hari. Yang terburuk adalah menjadikan mereka target potensial untuk predator anak.

Maraknya cyber-bullying dan penghakiman anak-anak menjadi sasaran  orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga ada baiknya bagi anak-anak tidak perlu terekspos begitu banyak sejak usia muda. Kita para orang tua tidak tahu apa keinginan anak-anak kita di masa depannya. Reputasi dan lengkapnya jejak digital anak Anda di masa lalu mungkin saja akan menyebabkan hambatan tersendiri bagi anak Anda kelak dalam meraih impiannya.

Orang tua harus memiliki pengetahuan yang baik tentang cara penggunaan media sosial dan memahami risiko dari setiap pilihan dalam bermedia sosial. Dengan memiliki knowledge dan pemahaman yang baik,  diharapkan  Anda dapat mengantisipasi risiko privacy dari buah hati Anda. Perlu diingat bahwa anak juga memiliki hak untuk memutuskan sendiri ketika usianya cukup, apakah dia ingin berbagi kehidupan pribadinya di media sosial atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here