Berawal dari Hobi, Ida Swasti Meraih Peluang Bisnis Melalui @nipplets_official

0
Ida Swasti, owner Nipplets Official

Apa yang terbesit dipikiran kita jika mendengar kata “lingerie“? Bagi Ida Swasti, wanita lulusan Bachelor of Commerce, University of Wollongong ini, lingerie adalah peluang bisnis.

Lingerie berasal dari kata Latin, lineus, yang berarti “yang terbuat dari linen.” Lingerie awalnya terbuat dari linen atau katun. Kata Lingerie dikaitkan dengan pakaian yang meningkatkan dan menyanjung sosok perempuan, membuat pemakainya tampak lebih menarik secara seksual. Namun, lingerie juga dapat dirancang dengan kenyamanan dan bahkan terlihat lebih sopan.

Berawal dari kegemarannya koleksi untuk pribadi, Ida Swasti melihat bahwa suplai affordable lingerie di Indonesia masih sedikit. Sementara demand cukup tinggi akan barang ini.

Ida kemudian berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang baik untuk masuk pasar Indonesia. Industri lingerie di Indonesia belakangan ini memang makin menjamur meskipun masih menjadi barang yang tabu. Awal dari Bisnis yang digeluti oleh Ida ini merupakan test market dari bisnis yang menjual pakaian wanita dan lingerie, namun hasil dari test market yang ia lakukan, justru lingerie lebih menjual dibandingkan pakaian wanita.

“Respon pasar baik tapi masih malu-malu. Karena produk nipplets adalah pakaian dalam, jadi untuk beli di tempat yang sangat terbuka adalah seperti hal yang taboo. Bazar kita gunakan sebagai perkenalan brand Nipplets ke customer, bahwa brand kita trusted, dan product dapat dibeli secara online.”

Nipplets adalah usaha pertama Ida yang digeluti kurang dari 2 tahun yang membuahkan hasil yang manis. Jenis- jenis Lingerie yang dijual adalah bra set and bodysuit dengan desain yang beberapa produknya diberi nama artis-artis hollywood yang terkenal.

Pemilik akun Bisnis Instagram @nipplets_official mengungkapkan bahwa apa yang membuat produknya berbeda dari kompetitor adalah pilihan design yang berbeda, kualitas produk yang pasti premium, karena ketika kita berbicara tentang pakaian dalam.

Khususnya lingerie, akan sangat berbeda dengan pakaian biasa, karena pakaian dalam kan langsung menyentuh kulit, maka dari itu, kualitas bahan yg digunakan harus yang premium, misalnya bahan lace yang digunakan harus lembut, serta cuttingan lingerie jg harus pas dengan lekukan tubuh. “Always be different, and always be better”.

Koleksi Nipplets Official

“Selalu menjaga kualitas barang, dan menjalin hubungan yang baik dengan loyal customer. Menjadi se-flexible mungkin dengan customer agar mereka puas berbelanja di toko kami.” ujar Ida.

Saat ditanyakan mengenai tantangan apa yang biasa dihadapi dalam berbisnis Lingerie ini Ida mengungkapkan bahwa tantangan utamanya merupakan perspektif  wanita Indonesia terhadap lingerie.

Personally, dalam nipplets ada tantangan tersendiri, tentang perspective wanita Indonesia terhadap lingerie yang sepertinya taboo. Tapi disini kita ingin mengedukasi wanita Indonesia tetang benefits dari lingerie baik terhadap diri sendiri atau terhadap pasangan, ingin juga mengedukasi wanita Indonesia tentang pentingnya lingerie.” tukas Ida.

“Mengubah cara pandang wanita Indonesia tetang lingerie. Karena banyak yang mengidentikan lingerie sebagai barang ‘nakal’ atau untuk wanita ‘nakal’, tetapi sebenarnya kan tidak, atau lingerie itu untuk di show off ke pasangan saja. Sebenarnya kan tidak juga, learn to wear lingerie not only to show it off, but also to feel self-confidence while wearing it. The sexy feeling from the inside will bring your confidence out and you will eventually feel that you are for who you are.” tutup Ida.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here