Asteroid Raksasa Akan Melintas Dekat Bumi Dalam Minggu Ini

0

Jakarta, Bacadulu.News – Pada tanggal 1 September, batuan raksasa yang berukuran 4,4 kilometer (2,7 mil) akan melewati planet kita.åÊ Sebuah objek mendekati Bumi yang paling dekat sampai mendekati Bumi sejak NASA memulai program Observasi Near Earth pada tahun 1998.

 

Jangan repot-repot membuka tempat perlindungan bom atau banker lama. Pada 18 kali jarak antara Bumi dan Bulan, asteroid ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi kita. Ini merupakan kesempatan besar bagi para astronom untuk mempelajari objek antariksa yang mengorbit ini dari dekat.Asteroid tersebut diamati pertama kali oleh astronom dari Siding Spring Observatory di Australia pada tahun 1981. Asteroid tersebut dijuluki Asteroid Florence, untuk menghormati Florence Nightingale (1820-1910) sang pendiri keperawatan modern.Terlepas dari ukuran tubuhnya, kita tidak perlu takut akan Florence yang indah itu.

 

Asteroid tersebut diperkirakan tidak akan mendekat lebih dekat dari 7 juta kilometer (4,4 juta mil). Pertemuan antara asteroid dan Bumi di 2017 ini merupakan yang paling dekat sejak 1890 dan yang paling dekat lagi akan terjadi pada 2500.åÊ Awal tahun ini sebuah Asteroid yang yang kurang dikenal masyarakat AG13 2017 akan melintas mendekati bumi dengan jarak yang sangat dekat, hanya berjarak setengah dari jarak antara Bumi dan Bulan. Ukurannya sangat kecil yaitu 15 sampai 34 meter (50 dan 111 kaki), Asteroid ini pernah masuk menembus atmosfer bumi dan menyebabkan kegemparan di tahun 2013 dengan meledak di Chelyabinsk di Rusia. Satu ukuran serupa yang diberi nama TC4 2012 akan datang lebih dekat lagi di bulan Oktober, di sekitar 50.000 kilometer (sekitar 31.000 mil) di atas sekitar 13%åÊ jarak antara Bumi dan Bulan. Kedua Asteroid ini jika sampai jatuh ke Bumi, dperkirakan energinya melebihi bom nuklir. Dari semua asteroid yang datang mendekati Bumi, Asteroid Florence adalah yang terbesar.

 

“Sementara banyak asteroid yang diketahui telah lewat lebih dekat ke Bumi daripada Florence pada tanggal 1 September, semuanya diperkirakan akan lebih kecil,” kata Paul Chodas, manajer Pusat Penelitian Benda Dekat Bumi (Center for Near-Earth Object Studies), NASA. “Florence adalah asteroid terbesar yang melewati planet kita saat ini, NASA sudah memulai program mendeteksi dan melacak asteroid ini.”

 

Jika sampai jatuh menghantam Bumi, åÊasteroid tersebut membanjiri planet kita, hampir pasti akan terjadi perubahan iklim dan mampu menyapu bersih sebuah area seukuran negara kecil.

Meskipun tidak dipandang sebagai ancaman, ini merupakan kesempatan untuk menggunakan teknologi pencitraan radar seperti yang ada di Arecibo Observatory di Puerto Riko untuk mempelajari permukaan asteroid, yang mampu melihat detail objek kecilåÊ10 meter (30 kaki).

 

Para åÊastronom mencoba mengetahui lebih banyak tentang bentuk, ukuran, dan komposisi Florence untuk dapat mengungkapkan lebih banyak informasi tentang jalur orbitnya, atau memberikan informasi penting mengenai strukturnya yang dapat membantu kita menyempurnakan strategi masa depan dalam menghindari bencana tumbukan dengan Asteroid.

 

Saat ini ada 1.825 benda berbahaya di sekitar Bumi yang telah dilacak oleh NASA.

 

Asteroid Florence akan bersinggungan dengan Bumi dengan jarak persimpangan orbit minimal 0,05 Unit Astronomi, atau sekitar 7,5 juta kilometer (4,6 juta mil) dan berukuran lebih besar dari 140 meter (sekitar 500 kaki).

 

Meski berjarak relatif dekat, asteroid ini dijelaskan NASA akan melintas dengan selamat tanpa menabrak Bumi. (red/RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here