0

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Jakarta Pusat kembali menggelar workshop dan seminar bertajuk “HIPMI Digipreneur 2019” yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2019).

Kegiatan tersebut merupakan pelatihan digital marketing melalui berbagai perangkat media sosial sebagai platform bisnis baru. Hal itu merespon dari tingginya penggunaan media sosial sebagai media pemasaran bagi sejumlah usaha baik skala kecil maupun menengah.

Ketua Bidang 5, HIPMI BPC Jakpus, Pangeran Artha mengatakan “Target kita adalah milenial yaitu kalangan muda baik itu pelajar, mahasiswa dan umum yang sangat aktif di sosial media. Jadi kita arahkan supaya mereka tidak hanya menggunakan sosial media sebagai alat untuk membuang waktu saja”.

Lebih lanjut Artha mengatakan bahwa media sosial hendaknya juga sebagai alat untuk mencari keuntungan atau berjualan. “Karena kita di HIPMI ingin mendorong setiap mahasiswa, pelajar dan umum sebagai generasi muda untuk berwirausaha. Ada sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan ini.”

Adapun kegiatan HIPMI Digipreneur ini adalah yang pertama diadakan BPC Jakarta Pusat disupervisi oleh Hipmi Jaya dan Hipmi DKI Jakarta dengan menghadirkan sejumlah pembicara yakni untuk workshop dari Good News From Indonesia (GNFI).

Sedangkan untuk seminar, panitia mengundang Ujung Oppa, merupakan Youtuber dari Korea yang lama tinggal di Indonesia, Basuki Surodjo Ketua Umum Hipmi BPC Jakarta Barat yang juga seorang Youtuber, Miranti Daniar dari Loreal, Yukie Iskandar Special Project Director OVO, dan Ody Mulya Hidayat Produser Dilan 1990.

“HIPMI dalam dua tahun ke belakang sangat mendorong iklim usaha digital, baik itu e-commerce, industri kreatif atau sosial media karena trennya lagi ke arah sana. Dan sasaran kita memang harapannya tumbuh banyak generasi muda dari digital ini,” tutur Artha.

Untuk internal HIPMI sendiri banyak bekerja sama dengan beberapa Hipmi PT dan beberapa UMKM untuk mengembangkan model seperti Point of Sales (POS), kemudian model aplikasi digital lain untuk memudahkan mereka dalam memasarkan produknya, juga bekerja sama dengan instansi terkait yang dalam hal ini pemerintah.

“Kedepannya kami juga akan mengadakan Digipreneur ini dengan tema-tema yang berbeda seperti startup, UMKM, perfilman dan industri kreatif lainnya yang dibawah kementerian keuangan,” pungkas Artha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here