10 Jurus Jitu Membangun Bisnis Anda Dan Menjadi Kaya Dengan Networking Yang Efektif

0
Pic: PIxabay

Oleh: Faj Satria, MSc., MHum

Kita akan semakin sedikit waktu untuk membangun networking karena kesibukan rutinitas harian, habisnya energy untuk memperkuat soft skill networking dan tetap terkoneksi dalam konteks professional dengan pengusaha lain dan industri Anda sebagai langkah menumbuhkan bisnis Anda. Berikut adalah panduan yang dapat berguna untuk Anda memulai networking, membuat kesan pertama dalam meeting serta memperkuat kembali keahlian networking Anda.

Apa tujuan dari Networking?

Anda adalah makhluk sosial yang membutuhkan koneksi antar manusia untuk berkembang. Demikian pula, networking merupakan proses menghubungkan dengan orang lain dalam konteks komersial. Networking bisa membantu membangun hubungan dan percakapan yang bisa Anda lakukan untuk memajukan jaringan profesional Anda.

Networking biasanya melekat pada elemen sosial dari aktivitas bisnis Anda, tetapi ini lebih dari sekadar acara bulanan, dan dengan beberapa latihan dan niat, business lunch, atau berjalan-jalan di taman dan galeri dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk menjangkau dan membangun jaringan bisnis Anda. Networking menunjukkan bahwa Anda memahami dan peduli orang lain. Faktor soft skill tidak terlihat inilah yang membangun aliansi yang kuat bagi bisnis Anda

1. Tempatkan Sasaran Anda

Sangat mudah untuk mengadopsi pandangan sederhana tentang networking dan mengharapkan hasil instan dan cepat dalam bentuk klien, prospek ataupun investor baru. Mulailah dengan menilai kembali motivasi Anda, apakah Anda di sini untuk menandatangani kontrak atau untuk mengembangkan bisnis Anda?

Pada kenyataannya, networking bukan hanya tentang kesepakatan komersial. Networking memberi jalan untuk mengatur bisnis Anda ketingkat lebih tinggi dan lebih sukses di masa depan. Jangan hanya lewatkan berhari-hari pertemuan networking Anda dengan mengumpulkan kartu bisnis sebanyak yang Anda bisa – dari pada mengharapkan hasil instan langsung seperti itu, lebih baik selaraskan kembali tujuan dan harapan bisnis Anda.

Hindari kebiasaan mengumpulkan kartu bisnis sebanyak yang Anda bisa – daripada mengharapkan hasil langsung, lebih baik Anda menyelaraskan kembali tujuan dan harapan Anda. Ingat! Nilai suatu hubungan harus lebih dari sekadar uang, jadi selalu gunakan networking untuk membangun hubungan yang otentik daripada berangkat ke sebuah pertemuan bisnis untuk menemukan kontak atau kontrak – selalu memilih kualitas daripada kuantitas.

2. Investasikan Diri Anda

Networking yang sukses membutuhkan kemauan untuk memberi. Jangan terjun ke perkenalan dalam networking dengan selera untuk mendapatkan sebanyak yang Anda bisa – egoisme itu kasar dan akan selalu meninggalkan kesan tidak baik kepada prospek Anda. Belajarlah untuk tertarik pada kesuksesan orang lain dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tulus pada orang lain. Carilah cara berinvestasi pada orang lain terlebih dahulu karena ketika Anda meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita orang lain, maka Anda akan menemukan peluang untuk memiliki percakapan networking yang tulus. Ini akan selalu meninggalkan lebih banyak kesan positif daripada pertanyaan biasa tentang pekerjaan dan cuaca kepada mereka. Ingat, saat Anda bersedia menginvestasikan diri Anda kepada mereka, maka mereka akan bersedia membalas budi Anda.

3. Jadilah Diri Sendiri Yang Otentik

Pertemuan networking bisa menjadi titik awal untuk membangun jaringan dengan orang lain dan bisnis mereka. Jangan mulai hubungan tersebut dengan kebohongan. Jangan mencoba menjadi orang yang Anda pikir orang lain ingin temui.

Anda bisa tergoda membicarakan segala hal yang Anda ketahui tentang industri atau bidang bisnis, tetapi jangan lupa untuk tetap realistis. ENGAGE dengan lawan bicara Anda dengan mencari tahu siapa orang dibalik bisnisnya serta kehidupan mereka dibalik gelar ataupun jabatan mereka – Pikirkan bagaimana Anda bisa terhubung dengan teman dan keluarga mereka, sebelum membawa bisnis Anda untuk ikut dalamnya. Jadilah rekan yang memberi impresi Anda mudah diajak bicara ketimbang bersikap sebagai seorang salesman. Berbagi lelucon ringan dan bersenang-senang menikmati pertemuan networking.

Saran: setiap kali Anda bertemu orang baru temukan topik menarik atau anekdot yang dapat Anda ingat saat berikutnya Anda menjumpai orang ini lagi.

4. Kerjakan Pekerjaan Rumah Anda

Sedikit riset bisa membawa Anda menjadi stand out atau menonjol diantara sekelompok orang. Sebelum Anda dating pada pertemuan networking, pikirkan tentang tipe orang yang ingin Anda jumpai disana dan lakukan riset dasar di Google atau LinkedIn untuk nama dan bisnis mereka. Mulailah mempersiapkan jenis pertanyaan yang akan menarik bagi Anda dan membuat Anda stand out yang dapat Anda lakukan secara alami dalam percakapan. Ajukan pertanyaan ataupun komentar mengenai produk yang Anda suka serta tentang promosi bisnis yang pernah Anda lihat, sehingga memberi kesan yang bermanfaat bagi prospek Anda.

Saran: setiap koneksi Anda bisa berharga dalam jangka panjang. Jadi jangan abaikan pendatang muda serta prospek baru yang muncul dalam industry, karena mereka bisa menjadi koneksi Anda yang berharga sepanjang karier mereka.

5. Gunakan Personal Branding Anda

Ketika peluang bisnis muncul, bersiaplah untuk berbagi kisah tentang bisnis Anda. Ceritakan apa yang pernah Anda lakukan secara alami, bagaimana Anda melakukannya dan mengapa Anda melakukannya. Berikan gairah dalam cerita Anda, karena gairah bisa menular dan bisa membuat lawan bicara atau audien Anda tertarik.

6. Jangan Mengiris Bagian Anda Terlalu Tipis

Anda bisa jelajahi bidang yang tidak Anda ketahui dengan harapan orang lain secara alami akan tertarik pada apa yang Anda tawarkan tidak seperti mereka. Dalam kaitan dengan networking, hindari mencari kepribadian yang paling mirip dengan Anda. Perkenalkan diri Anda kepada orang-orang yang bekerja di industri yang berbeda, tampak berbeda dengan Anda dan berada pada tahap karier yang berbeda. Keanekaragaman atau diversikasi adalah pilar networking yang kuat, karena dunia bisnis yang penuh warna akan saling terkait satu sama lain.

7. Tetap Berkomunikasi Pasca Pertemuan

Lakukan komunikasi tindak lanjut yang efektif untuk memastikan percakapan selanjutnya. Gunakan email dengan kalimat yang sopan beserta ucapan terima kasih atau lakukan permintaan pertemanan Linkedin. Tinggalkan kesan professional dengan sentuhan pribadi Anda berupa ulasan bisnis restoran yang sedang mereka bangun dan tautan ke artikel bisnis yang dibahas dalam percakapan Anda.

Ketika kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis Anda terbuka, berusahalah bersikap tulus saat Anda terhubung dengan koneksi Anda. Tunjukkan minat Anda pada orang lain dan Anda bisa efektif menindaklanjuti setiap interaksi Anda dengan orang yang Anda jumpai secara berkualitas. Pilih kualitas daripada kuantitas untuk membuat kesan yang benar-benar abadi sehingga menumbuhkan koneksi bisnis Anda bermanfaat.

8. Berbagi Menunjukkan Anda Peduli

Jika Anda bersedia membagikan kontak dan sumber daya Anda, maka orang lain kemungkinan besar akan membantu Anda juga. Kembangkan ketulusan Anda dalam sifat memberi tanpa mengharapkan imbalan. Meskipun mereka tidak dapat membantu bisnis Anda secara langsung, kontak ataupun kenalan dalam jaringan bisnis mereka bisa membantu Anda.

9. Hindari Sapu Bersih

Hindari untuk bertemu orang sebanyak mungkin dalam satu ruang pertemuan. Sebaliknya, fokus untuk membuat beberapa koneksi yang solid dan memulai percakapan yang bermakna. Orang-dapat merasakan jika Anda rupanya hanya ingin berbicara dengan mereka sesaat, untuk mendapatkan kartu nama mereka saja dan kemudian meninggalkan mereka. Interaksi singkat ini akan mudah diingat dan karenanya merugikan Anda.

10. Mulailah ‘Menginterupsi’ Percakapan Networking

Mulai beranikan diri Anda untuk bergabung dalam percakapan bisnis dan menunggu jeda dalam setiap obrolan untuk mulai memperkenalkan diri Anda. Sebagian besar orang yang akan Anda jumpai, akan menikmati ‘interupsi’ ini karena memberi kesempatan kepada mereka untuk bertemu seseorang yang baru dan dengan topik bahasan berbeda. Jika Anda merasa bahwa Anda telah terlibat dalam diskusi serius dengan mereka, tidak apa-apa untuk permisi meminta diri dengan sopan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here